Kajian daya dukung permukiman Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali

Ni Nyoman Samitri Putri, I Komang Ardhinata Wibawa

Abstract

Kabupaten Buleleng yang merupakan kabupaten terluas di Provinsi Bali mengalami perkembangan perumahan yang cukup signifikan seiring waktu. Selain untuk memenuhi kebutuhan penduduknya, Kabupaten Buleleng juga mengakomodasi pengguna layanan pendidikan yang berasal dari luar kabupaten. Pengguna sarana pendidikan tersebut merupakan tambahan beban layanan pada kemampuan lingkungan untuk menampung kegiatan permukiman yang terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya dukung permukiman di Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan secara primer dan sekunder dan dianalisis dengan metode deskriptif-kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis proyeksi penduduk, overlay kesesuaian lahan permukiman dan daya dukung permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga 20 tahun ke depan, daya dukung permukiman Kabupaten Buleleng masih mampu menampung penduduk untuk kegiatan permukiman dengan nilai daya dukung terkecil berada di Kecamatan Busungbiu sebesar 3,55 dan terbesar di Kecamatan Gerokgak dengan nilai 18,65. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan Kabupaten Buleleng pada setiap kecamatan.

Keywords

Carrying Capacity of Settlements; Settlements; Suitability of Settlement Land

Full Text:

PDF

References

[1] Ariastita PG. Buku Ajar Tata Guna dan Pengembangan Lahan. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember; 2009.

[2] Juhadi. Pola-Pola Pemanfaatan Lahan dan Degradasi Lingkungan Pada Kawasan Perbukitan. J Geogr 2007;4:11–24. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jg.v4i1.108.

[3] Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Nyegara Gunung, Buleleng Kembangkan Konsepsi Pengelolaan Terpadu Darat dan Laut. Buleleng: 2013.

[4] Pageh IM, Rai IB. Identifikasi Pola Sosio-Kultural Nyegara Gunung Di Bali Utara (Dalam Perspektif Trihita Karana). E-Jurnal Kaji Budaya (Online J Cult Stud 2014;10:21–44.

[5] Pemerintah Kabupaten Buleleng. Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 3 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Buleleng Tahun 2005-2025 2013.

[6] Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun 2009-2029 2009.

[7] Riyanto S, Sukewijaya IM, Yusiana LS. Studi Potensi Lansekap Sejarah untuk Pengembangan Wisata Sejarah di Kota Singaraja. E-Jurnal Arsit Lansek 2016;2.

[8] Deputi Bidang Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup. Pedoman Penentuan Daya Dukung Dan Daya Tampung Lingkungan Hidup 2014 2014.

[9] Muta’ali L. Teknik Analisis Regional Untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang, Dan Lingkungan. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG) Universitas Gadjah Mada; 2015.

[10] Rukajat A. Pendekatan Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Deepublish; 2018.

[11] Silalahi U. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama; 2009.

[12] Suharsaputra U. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Bandung: Refika Aditama; 2012.

[13] Basworo GP. Pemetaan Lahan Potensial Perumahan Di Kota Surakarta Berdasarkan Pendekatan Analisis. BHUMI J Agrar Dan Pertanah 2019;5:244–56. https://doi.org/10.31292/jb.v5i2.375.

[14] Setiaji K, Laila Nugraha A, Sugiastu Firdaus H. Analisis Kesesuaian Lahan Tambak Terhadap Produktivitas Budidaya Udang Menggunakan SIG (Studi Kasus: Kabupaten Kendal). J Geod Undip Oktober 2018;7:128–37.

[15] Adioetomo SM, Samosir OB. Dasar-dasar Demografi (Edisi 2). Jakarta: Salemba Empat; 2010.

[16] Suharto B, Rahadi B, Sofiansyah A. Evaluasi Daya Dukung dan Daya Tampung Ruang Permukiman di Kota Kediri. J Sumberd Alam Dan Lingkung 2016;3:9–13.

[17] Price MH. Mastering ArcGIS 7th. New York: McGraw Hill; 2015.

[18] Rumengan MRC, Kindangen JI, Takumansang ED. Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Fasilitas Sosial Di Kota Kotamobagu. J Spasial 2019;6:375–87.

[19] Santoso S, Rudiarto I, Luqman Y. Land Suitability of Settlements in West Palu District, Palu City. E3SWebofConferences 2019;125. https://doi.org/10.1051/e3sconf/201912502008.

[20] Laia G, Nasution Z, Toha AS. Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kota Binjai. J Serambi Eng 2020;5. https://doi.org/10.32672/jse.v5i2.1919.

[21] Pertiwi N, Dewanti N, Kadri K. Analysis of the Settlement Carrying Capacity in Manggar Baru Sub-District, Balikpapan City, East Kalimantan. Ruang 2021;7:9–21.

[22] Pantow M, Moniaga I, Takumnsang E. Daya Dukung Permukiman Dalam Konsep Pengembangan Wilayah Di Kecamatan Langowan Timur. J Spasial 2018;5:417–26.

[23] Azmi M Al, Muta’ali L. Analisis Daya Dukung Permukiman di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Universitas Gadjah Mada, 2020.

[24] Rahmawan S, Juhadi, Santoso AB. Perkembangan Permukiman dan Pengaruhnya Terhadap Daya Dukung Lahan Kota Salatiga. Geo Image 2019;8.

[25] Widyastuty AASA, Bhuwaneswar ABT, Zulkarnain L. Analisis Kemampuan Lahan Permukiman di Kawasan Strategis Ekonomi. J Penataan Ruang 2020;15:71–9.

[26] Ariani NM, Priambudi BN, Indra M, Wijaya H, Pradana B. Daya Dukung Fungsi Lahan Permukiman Sebagai Kesiapan Menghadapi Dampak Pembangunan Perguruan Tinggi pada Kecamatan Kajen. Kajen 2020;4:101–11.

[27] Nonto E, Sela RLES, Tinangon A. Kajian Daya Dukung Dan Daya Tampung Untuk Kawasan Permukiman Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Media Matrasain 2021;18:23–31.

[28] Putra IDGAD. The Impact of Dynamic Land-Use and Spatial Planning Policies on the Traditional Village and Architecture in Tourism Villages in Gianyar, Bali. BHUMI J Agrar Dan Pertanah 2020;5. https://doi.org/10.31292/jb.v5i3.388.

[29] Bappeda dan Litbang Kabupaten Buleleng. Rencana Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buleleng 2018.

[30] Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang. Pendoman Teknik Analisis Aspek Fisik & Lingkungan, Ekonomi serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. Dep Pekerj Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang 2007.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.