Analisis ketimpangan pendapatan antar wilayah di Provinsi Lampung Tahun 2012-2020

Fitri Yuni Lestari, Muhammad Irfan Affandi, R Hanung Ismono

Abstract

Perbedaan potensi keunggulan daerah dapat memberikan kontribusi yang berbeda terhadap perekonomian lokal yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Perbedaan yang besar dalam tingkat pertumbuhan dan potensi antar daerah menyebabkan dikotomi daerah maju dan tertinggal yang menunjukkan ketimpangan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pendapatan antar wilayah di Provinsi Lampung dari tahun 2012 hingga 2020. Data yang digunakan adalah data panel PDRB untuk 17 sektor ekonomi. Data yang digunakan adalah data sekunder time series dan cross-section dari 15 kabupaten/kota di Lampung yang diolah dengan analisis entrophy theil. Menurut hasil analisis, pendapatan daerah menunjukkan kontribusi positif terhadap ketimpangan pendapatan. Walaupun demikian, secara keseluruhan keterkaitan antar kedua hal tersebut tergolong rendah. Secara detail, kontribusi kabupaten dengan ketimpangan tinggi adalah Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Pringsewu. Kontribusi ketimpangan sedang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Way Kanan, dan Tanggamus. Kontribusi ketimpangan yang rendah terdapat di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Pesawaran, dan Pantai Barat.

Full Text:

PDF

References

[1] Pamrihnan A, Cahyadin M. Analisis dan Identifikasi Ketimpangan Pendapatan Sektor Basis Antar Kecamatan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2010-2014. J Ilmu Ekon Dan Pembang 2016;16.

[2] Timorria IF. Kuartal II/2020, BPS: Kontribusi Pertanian terhadap PDB Justru Naik. EkonomiBisnisCom 2020. https://ekonomi.bisnis.com/read/20200805/9/1275293/kuartal-ii2020-bps-kontribusi-pertanian-terhadap-pdb-justru-naik.

[3] Ningsih ESM. Analisis Komoditi Unggulan Sektor Pertanian Kabupaten Sukoharjo Sebelumnya dan Selama Otonomi Daerah. Universitas Sebelas Maret, 2010.

[4] Putro BS. Peran Sektor Pertanian dalam Perekonomian di Kabupaten Wonogiri. Universitas Sebelas Maret, 2011.

[5] S. DHA, Asmara A. Keterkaitan Antara Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan di Indonesia. J Agribisnis Dan Ekon Pertan 2009;3:69–80.

[6] Rustiadi E, Sefulhakim S, Panuju DR. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia; 2018.

[7] BPS. Gini Ratio Maret 2021 2021.

[8] Pemerintah Provinsi Lampung. RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024 2019.

[9] Antika U, Mardiana, Taryono. Ketimpangan Pendapatan Perkapita di Pulau Sumatera Tahun 2003-2013. J Online Mhs Fak Ekon Univ Riau 2015;2:1–11.

[10] Sari RM. Ketimpangan Wilayah Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. J Online Mhs Bid Perenc Wil Dan Kota 2017;1.

[11] Geospasial B. I. Peta Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. TanahairIndonesiaGoId 2021. https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web.

[12] Halvis, Emalia Z. Potensi Ekonomi Lokal Daerah Tertinggal dan Ketimpangan Antar Daerah di Provinsi Lampung. J Ekon Pembang 2019;8. https://doi.org/https://doi.org/10.23960/jep.v8i1.34.

[13] Suhartono. Struktur Ekonomi, Kesempatan Kerja dan Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Tengah. J Organ Dan Manaj 2011;7. https://doi.org/https://doi.org/10.33830/jom.v7i2.94.2011.

[14] Affandi MI. Peran Agroindustri dalam Perekonomian Daerah Provinsi Lampung: Analisis Keterkaitanktor dan Aglomerasi Industri. Bogor: IPB Scientific Repository; 2010.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.