Kajian risiko bencana gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang di Kabupaten Bandung Barat

Farah Achyani Kinasih, Nur Miladan, Kusumastuti Kusumastuti

Abstract

Kabupaten Bandung Barat merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung serta memiliki potensi di bidang pariwisata. Letaknya yang berbatasan langsung dengan perkotaan menjadikan kabupaten ini memiliki angka laju pertumbuhan penduduk tertinggi pada tahun 2010-2020 di Provinsi Jawa Barat. Namun, Kabupaten Bandung Barat dilalui oleh Sesar Lembang yang terpantau mengalami aktivitas sehingga dapat memicu ancaman gempa bumi dan pada saat ini sudah memasuki fase pelepasan energi. Dengan adanya kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji risiko bencana gempa bumi yang mungkin terjadi akibat aktivitas Sesar Lembang. Komponen risiko bencana meliputi kerawanan dan kerentanan baik kerentanan fisik, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini menggunakan data utama dari studi dokumen dan data pendukung dari wawancara dan observasi, kemudian dianalisis dengan teknik skoring pada unit wilayah kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Bandung Barat terbagi dalam empat tingkatan risiko bencana. Risiko bencana tertinggi berada pada ibu kota kabupaten dan daerah wisata potensial pada bagian utara Kabupaten Bandung Barat. Area ini termasuk dalam kecamatan yang dilalui oleh jalur sesar sehingga apabila Sesar Lembang beraktivitas dan memicu gempa bumi, maka daerah ini akan merasakan intensitas guncangan yang paling besar.

Keywords

Lembang Fault; Disaster Risk; Hazard; Vulnerability; Spatial Planning

Full Text:

PDF

References

[1] Rey PF. Introduction to Structural Geology. Patrice Rey; 2016.

[2] Jati R. Refleksi Peristiwa Sepanjang 2020, Tetap Waspada Potensi Gempa. Badan Nas Penanggulangan Bencana 2020. https://bnpb.go.id/berita/refleksi-peristiwa-sepanjang-2020-tetap-waspada-potensi-gempa.

[3] Daryono MR, Natawidjaja DH, Sapiie B, Cummins P. Earthquake Geology of the Lembang Fault, West Java, Indonesia. Tectonophysics 2019;751:180–91. https://doi.org/10.1016/j.tecto.2018.12.014.

[4] Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 11 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2013-2018 2013.

[5] Lestari JD. Potensi Pengembangan Ekonomi Daerah di Kabupaten Bandung Barat Tahun 2011-2015. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2017.

[6] Pusat Studi Gempa Nasional. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; 2017.

[7] Ngadmanto D, Susilanto P, Nurdiyanto B, Pakpahan S, Masturyono. Efek Tapak Lokal pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor. J Meteorol Dan Geofis 2013;14:109–16.

[8] Juani R. Manajemen Risiko Bencana Untuk Pembangunan Infrastruktur. Kementeri Keuang Republik Indones 2019. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/12747/Manajemen-Risiko-Bencana-Untuk-Pembangunan-Infrastruktur.html.

[9] Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana 2012.

[10] United Nations International Strategies for Disaster Reduction. Terminologi Pengurangan Risiko Bencana. Indonesian. Asian Disaster Reduction and Response Network; 2010.

[11] Miladan N, Handayani KN, Soedwiwahjono. An Integrated Assessment of Spatial Planning towards The Multi-Hazard Risk in Surakarta. IOP Conf Ser Earth Environ Sci 2020;447. https://doi.org/10.1088/1755-1315/447/1/012061.

[12] Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Skala MMI (Modified Mercalli Intensity). BMKG n.d. https://www.bmkg.go.id/gempabumi/skala-mmi.bmkg (accessed July 13, 2023).

[13] Nurjanah, Sugiharto R, Kuswanda D, Siswanto, Koesoemo A. Manajemen Bencana. Bandung: Alfabeta; 2012.

[14] Desmonda NI, Pamungkas A. Penentuan Zona Kerentanan Bencana Gempa Bumi Tektonik di Kabupaten Malang Wilayah Selatan. J Tek ITS 2014;3:C107–12.

[15] Letari TW. Penentuan Zonasi Risiko Bencana Tsunami Di Kabupaten Banyuwangi – Provinsi Jawa Timur. Institut Teknologi Malang, 2017.

[16] Jhong BC, Huang J, Tung CP. Spatial Assessment of Climate Risk for Investigating Climate Adaptation Strategies by Evaluating Spatial-Temporal Variability of Extreme Precipitation. Water Resour Manag 2019;33:3377–400. https://doi.org/10.1007/s11269-019-02306-8.

[17] Agustri MP, Asbi AM. Tingkat Risiko Bencana Banjir di Kota Bandar Lampung dan Upaya Pengurangannya Berbasis Penataan Ruang. J Dialog Penanggulangan Bencana 2020;11:23–38.

[18] Faizana F, Nugraha AL, Yuwono BD. Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang. J Geod Undip 2015;4:223–34.

[19] Naryanto HS. Analisis Risiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Karanganyar. J Dialog Penanggulangan Bencana 2011;2:21–32.

[20] Ibrahim G, Subardjo. Pengetahuan Seismologi. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika; 2005.

[21] Katili JA. Geologi Indonesia: Majalah Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Jakarta: Ikatan Ahli Geologi Indonesia; 1989.

[22] Supartoyo. Gempabumi Yogyakarta Tanggal 27 Mei 2006. Bul Berk Merapi 2006:36–55.

[23] Muta’ali L. Perencanaan Pengembangan Wilayah Berbasis Pengurangan Risiko Bencana. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi UGM; 2014.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.