Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kampung dari semi kumuh menjadi kampung kreatif (studi kasus: Kampung Bekelir, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang)

Noorselly Dyah Permatasari, forina lestari, Anna Karenina, Anthony P Nasution

Abstract

Kampung Bekelir merupakan kampung “warna-warni” di Kota Tangerang yang mengalami proses transformasi dari kampung kumuh menjadi kampung kreatif. Sebelum bertransformasi menjadi Kampung Bekelir, kampung ini dahulunya bernama Kampung Babakan RW 01 yang memiliki persoalan sosial di dalam masyarakatnya. Saat ini, kondisi lingkungan dan masyarakat di Kampung Bekelir telah mengalami banyak perubahan sejak ditetapkannya kampung ini sebagai kampung kreatif yang berorientasi wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kampung dari kampung kumuh menjadi kampung kreatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dalam pengumpulan data. Adapun analisis yang dilakukan berupa analisis sejarah perkembangan kampung dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kampung seperti analisis faktor fisik lingkungan, faktor sosial masyarakat, faktor ekonomi, faktor peran inisiator, faktor partisipasi masyarakat, dan faktor peran pemerintah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran inisiator merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perubahan di Kampung Bekelir. Selain itu, faktor partisipasi masyarakat juga turut mendukung terwujudnya perubahan kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat Kampung Bekelir.

Keywords

creative kampung; Indonesia; sustainable tourism

Full Text:

PDF

References

[1] Krisandriyana M, Astuti W, Rini EF. Faktor yang Mempengaruhi Keberadaan Kawasan Permukiman Kumuh di Surakarta. Desa-Kota 2019;1:24–33. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v1i1.14418.24-33.

[2] Ervianto WI, Felasari S. Pengelolaan Permukiman Kumuh Berkelanjutan di Perkotaan. J Spektran 2019;7:178–86.

[3] Febriandini AP, Warsono H, Azlansyah SS, Sipayung AZ. Peran Stakeholder Dalam Pemberdayaan di Kampung Pelangi. J Ilm Tata Sejuta STIA Mataram 2019;5:183–98. https://doi.org/10.32666/tatasejuta.v5i1.47.

[4] Aru PBAW, Hidayati AN, Poerwati T. Pengaruh Program Kampung Warna-warni Terhadap Peningkatan Kualitas Lingkungan 2019.

[5] Barnes K, Waitt G, Gill N, Gibson C. Community and Nostalgia in Urban Revitalisation: A Critique of Urban Village and Creative Class Strategies as Remedies for Social “Problems.” Aust Geogr 2006;37:335–54. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1080/00049180600954773.

[6] Bevolo M. Projects, Programs, and Events as Potential Future-Forming City Identity Assets. Place Brand Public Dipl 2020;16:6–17.

[7] Ardhala AD, Santoso EB, Sulistyarso H. Influence Factors on the Development of Creative Industry as Tourism Destination (Case Study: Footwear Village in Mojokerto City). Procedia - Soc Behav Sci 2016;227:671–9. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.06.131.

[8] Kyriaki B. Creative tourism in Urban Destinations Case study : Thessaloniki. International Hellenic University, 2017.

[9] Adamo GE, Ferrari S, Gilli M. Creativity as a Source of Differentiation in Urban Tourism: the Case of Torino City. Int J Tour Res 2019;21. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1002/jtr.2261.

[10] Booyens I, Rogerson CM. Creative Tourism in Cape Town: An Innovation Perspective. Urban Forum 2015;26:405–24.

[11] Akbar T. Kampung Tematik Sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Permasalahan Permukiman Kumuh di Kota Malang. Wahana 2018;70:37–48. https://doi.org/10.36456/wahana.v70i2.1741.

[12] Ali F, Ryu K, Hussain K. Influence of Experiences on Memories, Satisfaction, and Behavioral Intentions: A Study of Creative Tourism. J Travel Tour Mark 2016;33:85–100. https://doi.org/10.1080/10548408.2015.1038418.

[13] Tania DJ, Ekomadyo AS, Zulkaidi D. Transformasi Kampung Turis Menjadi Kampung Wisata (Studi Kasus: Prawirotaman Yogyakarta). Urban Dan Pengemb Perkota 2018;0:185–92. https://doi.org/https://doi.org/10.25105/islivas.v0i0.2761.

[14] Susanti IS, Dewi NIK, Permana AY. Tatanan Teritorial dalam Proses Transformasi Hunian. J Arsit Zo 2018;1:27–37. https://doi.org/10.17509/jaz.v1i1.11542.

[15] Fahlevy R, Saputri RT. Pengaruh Perubahan Sosial dan Perkembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Desa Kurau Barat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. J Pendidik Ilmu Sos 2019;29:42–8. https://doi.org/10.23917/jpis.v29i1.8148.

[16] Rosyanti NM. Dampak Industrialisasi Terhadap Kehidupan Masyarakat: Studi Deskriptif Desa Bunihayu Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, 2017.

[17] Lestari DEP, Kurniawan T. Community Participation in Upgrading Slum Area: Study of the Implementation of “Kampung Deret” in Petogogan, Jakarta. IOP Conf Ser Earth Environ Sci 2018;179:1–7. https://doi.org/10.1088/1755-1315/179/1/012032.

[18] Baškarada S. Qualitative Case Study Guidelines. Qual Rep 2014;19:1–18. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2014.1008.

[19] Sugandi S, Boer KM, Alfando J. Komunikasi Partisipatoris Program Kotaku Dalam Mengurangi Kawasan Kumuh di Kampung Ketupat Samarinda Sebrang. Kanal J Ilmu Komun 2020;8:73–82. https://doi.org/10.21070/kanal.v8i2.265.

[20] Prince S. Establishing the Connections Between the Goals of Sustainable Development and Creative Tourism. Uppsala University, 2011.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.