Analisis kebutuhan luas lahan untuk pengembangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sanitary landfill di Kabupaten Madiun
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Madiun meningkatkan timbulan sampah dan berpotensi mempercepat tercapainya kapasitas maksimum Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kaliabu. Kondisi ini menjadi tantangan dalam mencapai target pengelolaan sampah Kabupaten Madiun sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD, yaitu 70% penanganan sampah dan 30% pengurangan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan luas lahan TPA untuk mendukung pencapaian target tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan kebutuhan luas lahan TPA berdasarkan SNI 3242:2008 menggunakan sistem sanitary landfill. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan proyeksi jumlah penduduk, laju pertumbuhan penduduk, persentase penduduk perkotaan, dan timbulan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Madiun memerlukan lahan TPA seluas 24,19 ha untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah pada periode perencanaan. Hasil ini diharapkan menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan TPA serta mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Madiun.
Landfill area requirement analysis for development of sanitary landfill site in Madiun Regency
Population growth in Madiun Regency has led to increasing municipal solid waste generation, creating challenges for sustainable waste management. The limited remaining capacity of the Kaliabu Final Disposal Site (TPA) is expected to hinder the achievement of the waste management targets established in the Madiun Regency Medium-Term Development Plan (RPJMD), which aims for 70% waste handling and 30% waste reduction. This study aims to analyze the land area required for the development of a final disposal site to support the achievement of these targets. A quantitative approach was employed by estimating the required landfill area based on the Indonesian National Standard (SNI 3242:2008) for sanitary landfill systems. The analysis considered projected population growth, population growth rate, the proportion of the urban population, and annual waste generation. The results indicate that Madiun Regency requires 24.19 ha of land for sanitary landfill development to accommodate projected waste management needs during the planning period. These findings provide a basis for planning future landfill expansion and support the implementation of sustainable municipal solid waste management in Madiun Regency.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
[1]Omar D, Karuppanan S, AyuniShafiea F. Environmental health impact assessment of a Sanitary landfill in an urban setting. Procedia-Social Behav Sci 2012;68:146–55.
[2]Oyebode OJ. Design of engineered Sanitary landfill for efficient solid waste management in Ado–Ekiti, South-Western Nigeria. J Multidiscip Eng Sci Stud 2019.
[3]Samin S, Sunarto S, Rijalurrahman M. Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Dengan Menggunakan Metode Sanitary landfill. J Media Tek Sipil 2017;15:117–26.
[4]Derin P, Yeşilnacar Mİ, Çullu MA. A study on evaluation of site selection in Sanitary landfill with regard to urban growth. Environ Res Technol 2020;4:117–25.
[5]Cai S, Zhou S, Wang Q, Cheng J, Zeng B. Assessment of metal pollution and effects of physicochemical factors on soil microbial communities around a landfill. Ecotoxicol Environ Saf 2024;271:115968.
[6]Kühn VO, Oliveira BFF, Chiarelotto M, Canteras FB. Review and future perspectives on soil and groundwater inorganic contamination by non-Sanitary landfills in Latin America. Int J Environ Sci Technol 2025;22:7271–96.
[7]Junior SFS, Mannarino CF, de Farias Araújo G, Bila DM, Hauser-Davis RA, Saint’Pierre T, et al. A comprehensive assessment of leachate contamination at a non-operational open dumpsite: mycoflora screening, metal soil pollution indices, and ecotoxicological risks. Environ Monit Assess 2023;195:243.
[8]Ristanto H. TPA Kaliabu Dua Tahun Lagi Penuh. Madiun: 2023.
[9]Mohammed HI, Majid Z, Yamusa YB. GIS based Sanitary landfill suitability analysis for sustainable solid waste disposal. IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 220, IOP Publishing; 2019, hal. 012056.
[10]Naf’an M, Yamin A, Dewi G. Pembangunan Desa Melalui Penataan Ruang Partisipatif Berbasis Potensi Desa Menuju Desa Mandiri Sejahtera (Welfare Village)(Lokasi Kajian: Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat). JIIP-Jurnal Ilm Ilmu Pendidik 2024;7:1315–20.
[11]Lestari TA, Priyono KD. Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Kabupaten Madiun Tahun 2016 dan 2024 Menggunakan Standard Deviational Ellipse (SDE). Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2024.
[12]Neonufa SNI, Tualaka TMC. Identifikasi Strategi Pengembangan Kawasan Sekitar TPA Alak. GEWANG Gerbang Wacana dan Ranc Arsit 2020;2:1–8.
[13]Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun. Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2023. 2024.
[14]BAPPERIDA Kabupaten Madiun. Dokumen Perubahan RPJMD 2018 - 2023. 2021.
[15]Pemerintah Kabupaten Madiun. Peraturan Bupati Madiun Nomor 60A Tahun 2018. 2018.
[16]Anwar D. Planning of the Sanitary landfill system in Surakarta city. Int J Electr Eng Inf Technol 2020;3.
[17]CHENG Y, ZHANG J. Application of grey situation decision-making theory in site selection of a waste Sanitary landfill. J china Univ Min Technol 2006;16:393–8.
[18]Mohammed HI, Majid Z, Yamusa YB, Mohd Ariff MF, Idris KM, Darwin N. Sanitary landfill Siting Using GIS and AHP. Eng Technol Appl Sci Res 2019;9.
[19]Maulana R. Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Pasuruan Dengan Metode Lahan Urug Saniter. Inst Teknol Sepuluh Nop 2018.
[20]Hasdi GM, Wijaya H, Andrini J. TINJAUAN ULANG PERENCANAAN PENGEMBANGAN SEL LANDFIL TPA REGIONAL PAYAKUMBUH. J Appl Eng Sci 2020;3:38–49.
[21]Ashar. Studi Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Sampah Domestik di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Universitas Hasanuddin, 2019.
[22]Pradana T. Pemkab Madiun Gencarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa. Madiun: 2025.
[23]Kristanti VA. Pengelolaan Sampah di TPA Sampah Manggar Kota Balikpapan. UPN Veteran Jawa Timur, 2022.
[24]Wadi NF. Kebijakan Pemerintah Terhadap Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Empagae Kecamatan Wattang Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2025. JDP (Jurnal Din Pemerintahan) 2025;8:535–45.
[25]Tamba WP, Sujastika I. Kebijakan Pengelolaan Sampah Jakarta di TPST Bantargebang: Studi Literatur Dampak Lingkungan dan Sosial dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. Salus Cult J Pembang Mns dan Kebud 2024;4:248–62.
[26]Madiun BK. Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2024 - 2026 2023.
[27]Avitadira K, Indrawati N. Upaya mengatasi permasalahan sampah di DKI Jakarta tahun 2021: Tinjauan collaborative governance. NeoRespublica J Ilmu Pemerintah 2023;5:49–69.
[28]Efendi MT, Nenih N, Sudrajat A. Analisis Laju Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Cicendo Kota Bandung. GEOAREA| J Geogr 2021;4:54–65.
[29]Neufeld JL. The State of Food and Agriculture 2020. FAO eBooks https//doi org/104060/cb1447en 2020.
[30]Farahdiba AU, Warmadewanthi I, Fransiscus Y, Rosyidah E, Hermana J, Yuniarto A. The present and proposed sustainable food waste treatment technology in Indonesia: A review. Environ Technol Innov 2023;32:103256.
[31]Bramantya A, Untari S, Mawarti RA, Sosial JI, Humaniora D. Mewujudkan Net Zero Emission 2060 Melalui Konversi Sampah Menjadi Listrik dalam Perspektif Smart City. J Ilm Muqoddimah J Ilmu Sos Polit Dan Hum 2024;8:190–9.
[32]Addy R, Kalamdhad A, Goud VV. Insight on the prevalence of pathogens present in the municipal solid waste of Sanitary landfills, dumpsites, and leachate. Fate Biol. Contam. Dur. Recycl. Org. wastes, Elsevier; 2023, hal. 279–95.
[33]Yi Z, Zhang Z, Chen G, Rengel Z, Sun H. Microplastics have rice cultivar-dependent impacts on grain yield and quality, and nitrogenous gas losses from paddy, but not on soil properties. J Hazard Mater 2023;446:130672.
[34]Rusni NK. Permasalahan sampah kota Makassar studi kasus TPA Tamangapa. Waste Handl Environ Monit 2024;1.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)
1.png)









