Pola dan perilaku pergerakan wisatawan budaya Kota Surakarta

Muhammad Miftahur Rozaq, Ratri Werdiningtyas, Bambang S. Pujantiyo

Abstract

Pembangunan pariwisata bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan aktivitas wisata yang berkualitas melalui penyediaan layanan pariwisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Studi pola dan perilaku pergerakan wisatawan dipandang sebagai salah satu bentuk upaya memahami dinamika sistem kepariwisataan. Penelitian ini bertujuan memahami karakteristik pergerakan wisata budaya sebagai aset utama pengembangan pariwisata Kota Surakarta melalui integrasi elemen pola dan perilaku pergerakan wisatawan. Penelitian ini menggunakan data primer dari 168 responden yang dipilih dengan metode proportionate strateified random sampling. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan karakteristik wisatawan dan memetakan garis pergerakan responden dan melihat pola yang terbentuk dengan analisis spasial Line Density. Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan antara dimensi spasial (pola) dan non-spasial (perilaku) pergerakan wisatawan. Pergerakan wisata budaya di Kota Surakarta dalam penelitian ini menunjukkan dominasi perjalanan wisata satu hari yang berpusat pada destinasi di area pusat kota. Wisatawan mayoritas berkunjung ke satu hingga tiga lokasi dengan lokasi kunjungan tertinggi ada di Pasar Antik Triwindu. Hasil temuan dalam penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan dan pelayanan transportasi wisata terintegrasi di Kota Surakarta.


Movement patterns and behavior of cultural tourists in Surakarta

Tourism development aims to establish high-quality tourism activities through the provision of services that effectively meet visitors' needs. Studies on tourists' movement patterns and travel behavior provide an important approach to understanding the dynamics of tourism systems. This study aims to examine the characteristics of cultural tourist movement as a key asset for tourism development in Surakarta by integrating the spatial dimension of movement patterns with the non-spatial dimension of travel behavior. Primary data were collected from 168 respondents selected using the proportionate stratified random sampling method. The analysis was conducted by describing tourist characteristics and mapping respondents' movement trajectories using Line Density spatial analysis to identify tourist movement patterns. The results reveal a close relationship between the spatial (movement patterns) and non-spatial (travel behavior) dimensions of tourist movement. Cultural tourism trips in Surakarta are predominantly characterized by one-day visits concentrated in destinations located within the city center. Most tourists visited one to three destinations during a single trip, with Triwindu Antique Market emerging as the most frequently visited attraction. These findings provide valuable input for developing sustainable cultural tourism strategies and integrated tourist transportation services in Surakarta.


Keywords

Cultural Tourism; Tourist Movement Behaviour; Tourist Movement Pattern; Spatial Analysis

Full Text:

PDF

References

[1]Pitana IG, Gayatri PG. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi; 2005.

[2]Suwantoro G. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi; 1997.

[3]Jamhawi MM, Zidan RJ, Sherzad MF. Tourist Movement Patterns and the Effects of Spatial Configuration in a Cultural Heritage and Urban Destination: The Case of Madaba, Jordan. Sustainability 2023;15:1710. https://doi.org/10.3390/su15021710.

[4]Warpani SP, Warpani IP. Pariwisata dalam tata ruang wilayah. Bandung: ITB; 2007.

[5]Putri OA, Andriana AN. Analisis Atraksi Amenitas dan Aksesibilitas dalam Meningkatkan Kepuasan Wisatawan (Studi Kasus Pantai Biru Kersik Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara). Jurnal Kajian Dan Terapan Pariwisata 2021;2:51–8. https://doi.org/10.53356/diparojs.v2i1.49.

[6]Pramana AYE. Tingkat Aksesibilitas Transportasi Publik di Kota Yogyakarta. REKA RUANG 2018;1:7–16. https://doi.org/10.33579/rkr.v1i1.775.

[7]Soimun A, Prima Gilang Rupaka A, Wayan Putu Sueni N, Hendrialdi. Identifikasi Aksesibilitas Angkutan Umum Dan Terminal Kawasan Metropolitan Sarbagita. Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) 2021;8:62–76. https://doi.org/10.46447/ktj.v8i1.309.

[8]Ribeiro J, Fontes T, Soares C, Borges JL. Accessibility as an indicator to estimate social exclusion in public transport. Transportation Research Procedia 2021;52:740–7. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2021.01.019.

[9]Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. Laporan Akhir Kajian Analisis Belanja Wisatawan Kota Surakarta Tahun 2022. Kota Surakarta: 2022.

[10]Pemerintah Kota Surakarta. Peraturan Daerah (Perda) Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026. Indonesia, Kota Surakarta: BD.2021/No.6; 2021.

[11]Pemerintah Kota Surakarta. Peraturan Daerah (Perda) Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2016 - 2026. Indonesia, Kota Surakarta: LD. 2016/No. 13; 2016.

[12]Lau G, McKercher B. Understanding Tourist Movement Patterns in a Destination: A GIS Approach. Tourism and Hospitality Research 2006;7:39–49. https://doi.org/10.1057/palgrave.thr.6050027.

[13]Nafila O. Peran Komunitas Kreatif dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Situs Megalitikum Gunung Padang. Journal of Regional and City Planning 2013;24:65. https://doi.org/10.5614/jpwk.2013.24.1.5.

[14]Kartika TA, Achnes S, Sidiq SS. Atraksi Wisata Budaya dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Desa Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Riau 2016;3:1–12.

[15]Nurdiansyah. Peluang dan Tantangan Pariwisata Indonesia. Bandung: Alfabeta; 2019.

[16]Jannah LJ, Idajati H. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Integrasi Pengembangan Kawasan Wisata di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep. Jurnal Teknik ITS 2018;7. https://doi.org/10.12962/j23373539.v7i2.34719.

[17]Soekadijo RG. Anatomi Pariwisata: Memahami Pariwisata sebagai “System Linkage.” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 1996.

[18]Menuh NN. Karakteristik Wisatawan Backpacker Dan Dampaknya Terhadap Pariwisata Kuta, Bali. Jurnal Master Pariwisata 2016;2:177–88.

[19]Tamin OZ. Perencanaan & Pemodelan Transportasi. Bandung: Penerbit ITB; 2000.

[20]Morlok EK. Pengantar Teknik Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga; 1995.

[21]Rochman RN, Hariyani S, Utomo DM. Karakteristik Wisatawan dalam Pemilihan Moda Transportasi di Kota Batu. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE) 2020;9:159–70.

[22]Koswara IH. Karakteristik Wisatawan : Siapa dan Bagaimana Mereka Berwisata. Warta Pariwisata 2002;5.

[23]Geurs KT, van Wee B. Accessibility evaluation of land-use and transport strategies: review and research directions. J Transp Geogr 2004;12:127–40. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2003.10.005.

[24]Sibuea DTA. Studi Karakteristik Pengguna Angkutan Umum Dalam Pemilihan Moda Transportasi. Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Dan Sipil 2019;5:64–72.

[25]Hadihardaja J. Sistem Transportasi. Jakarta: Universitas Gunadarma; 1997.

[26]Ariga W, Bastian E. Tinjauan Kinerja Pelayanan Angkutan Umum PO Karya Abadi Rute Batusangkar-Bukittinggi. Rang Teknik Journal 2020;3:155–61.

[27]Widyastuti , Henny. Analisis Preferensi Dan Rute Destinasi Pariwisata Pantai Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tata Kota Dan Daerah 2018;10:67–76. https://doi.org/10.21776/ub.takoda.2018.010.02.2.

[28]de Dios Ortúzar J, Willumsen LG. Modelling Transport. New Jersey: John Wiley & Sons; 2011.

[29]Berndt AE. Sampling Methods. Journal of Human Lactation 2020;36:224–6. https://doi.org/10.1177/0890334420906850.

[30]Faul F, Erdfelder E, Buchner A, Lang A-G. Statistical power analyses using G*Power 3.1: Tests for correlation and regression analyses. Behav Res Methods 2009;41:1149–60. https://doi.org/10.3758/BRM.41.4.1149.

[31]Nawanir G. Data Analysis . PLS-SEM with SmartPLS 4: From Zero to Hero 2023.

[32]Kuntari ED, Lasally A. Wisatawan Dalam Persepsi Terhadap Daya Tarik Wisata Heritage De Tjolomadoe. Journal of Tourism and Economic 2021;4:153–63. https://doi.org/10.36594/jtec/9pmd4p26.

[33]Yuniati N. Profil dan Karakteristik Wisatawan Nusantara (studi kasus di Yogyakarta). Jurnal Pariwisata Pesona 2018;3. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2381.

[34]Nuraini W, Qurniati R, Dewi BS. Persepsi Pengunjung Terhadap Objek Wisata Gunung Masurai di Taman Nasional Kerinci Seblat. Prosiding Seminar Nasional Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II, vol. 2, Lampung: Prosiding Fahutan; 2021.

[35]Chen H-J, Hwang S-N, Lee C. Visitors’ characteristics of guided interpretation tours. J Bus Res 2006;59:1167–81. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2006.09.006.

[36]Tang X, Wang D, Sun Y, Chen M, Waygood EOD. Choice behavior of tourism destination and travel mode: A case study of local residents in Hangzhou, China. J Transp Geogr 2020;89:102895. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2020.102895.

[37]Soepardi AN, Khoir MHA. Segmentasi Pasar Wisatawan di Provinsi Banten. Jurnal Digital Bisnis, Modal Manusia, Marketing, Entrepreneurship, Finance, & Strategi Bisnis (DImmensi) 2022;2:57. https://doi.org/10.32897/dimmensi.v2i2.1571.

[38]Nugroho RA. Karakteristik wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Solo. Jurnal Kepariwisataan Indonesia 2019;13:25–35.

[39]Liana C, Mastuti S. Management Wisata Budaya. Surabaya: UNESA University Press; 2020.

[40]Sukmaratri M. Kajian Pola Pergerakan Wisatawan Di Objek Wisata Alam Kabupaten Malang. Jurnal Pariwisata Pesona 2018;3:33–45. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i1.2048.

[41]Sofi C, Susilowati MHD. Faktor Pengaruh Pola Pergerakan Wisatawan di Kota dan Kabupaten Tegal. 8th Industrial Research Workshop and National Seminar, Bandung: Politeknik Negeri Bandung; 2017.

[42]Noor MF, Iswandari RK, Zulfiani D. Identifikasi Pengunjung Pada Pantai Panrita Lopi, Kecamatan Muara Badak. EDUTOURISM Journal Of Tourism Research 2022;3:145–66. https://doi.org/10.53050/ejtr.v3i02.185.

[43]Payntar ND, Hsiao W-L, Covey RA, Grauman K. Learning patterns of tourist movement and photography from geotagged photos at archaeological heritage sites in Cuzco, Peru. Tour Manag 2021;82:104165. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2020.104165.

[44]Safira P, Wibowo A, Lubis AL. Karakteristik Pengunjung Objek Wisata Piugus Resort Desa Belibak di Kepulauan Anambas Riau. Journal of Tourism and Interdisciplinary Studies 2023;3:84–98.

[45]Maharani D, Sarwono S, Utomowati R. Karakateristik dan Motivasi Wisatawan di Objek Wisata Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta Tahun 2023. ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research 2024;26:11. https://doi.org/10.20961/enviro.v26i1.86813.

[46]Tillema T, van Wee B, Ettema D. The influence of (toll-related) travel costs in residential location decisions of households: A stated choice approach. Transp Res Part A Policy Pract 2010;44:785–96. https://doi.org/10.1016/j.tra.2010.07.009.

[47]Miskeen MAA Bin, Alhodairi AM, Rahmat RAABOK. Modeling of Intercity Travel Mode Choice Behavior for Non-Business Trips within Libya. Research Journal of Applied Sciences, Engineering and Technology 2014;7:442–53. https://doi.org/10.19026/rjaset.7.274.

[48]Miller EJ. The Trouble with Intercity Travel Demand Models. Transportation Research Record: Journal of the Transportation Research Board 2004;1895:94–101. https://doi.org/10.3141/1895-13.

[49]Aisah N, Suseno DA. Analisis Pemilihan Moda Transportasi dalam Kunjungan Wisatawan. Efficient: Indonesian Journal of Development Economics 2021;4:1108–27. https://doi.org/10.15294/efficient.v4i1.43274.

[50]Eboli L, Mazzulla G. A methodology for evaluating transit service quality based on subjective and objective measures from the passenger’s point of view. Transp Policy (Oxf) 2011;18:172–81. https://doi.org/10.1016/j.tranpol.2010.07.007.

[51]Setyodhono S. Faktor yang Mempengaruhi Pekerja Komuter di Jabodetabek Menggunakan Moda Transportasi Utama. Warta Penelitian Perhubungan 2017;29:21. https://doi.org/10.25104/warlit.v29i1.326.

[52]Wasilah, Andi Hildayanti. Pola Pergerakan Wisatawan Pada Kawasan Pariwisata Pantai Kota Makassar. Jurnal Koridor 2019;10:27–34. https://doi.org/10.32734/koridor.v10i1.1383.

[53]Asriana N, Syahriyah DR. Pola Pergerakan Wisatawan di Kawasan Wisata Tuan Kentang. Jurnal Arsitektur ARCADE 2020;4:7. https://doi.org/10.31848/arcade.v4i1.333.

[54]Dhamayanty S, Muhamad BGA, Andriani NN, Samuel, Ilahi FW. Perencanaan Pola Perjalanan Wisata Heritage di Kota dan Kabupaten Cirebon. Journal of Event, Travel and Tour Management 2022;2:45–54. https://doi.org/10.34013/jett.v2i2.942.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.