Tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri

Mutiara Riska Ramadhani, Nur Miladan, Galing Yudana

Abstract

Tirtomoyo Sub-district in Wonogiri Regency has relatively high and increasing frequency of landslide disasters. This condition is influenced by the area’s physical characteristics, dominated by hilly terrain, high rainfall intensity, and human activities on slopes that increase disaster vulnerability. Landslide events have caused significant impacts, particularly on infrastructure damage and socio-economic activities. This study aims to assess landslide disaster risk levels in Tirtomoyo Sub-district as a basis for disaster-informed regional development planning. A deductive approach with quantitative methods is employed, utilizing scoring and weighting techniques combined with spatial overlay analysis. The study uses physical environmental data and relevant socio-economic data. The results indicate that Tirtomoyo Sub-district is classified into safe zones and landslide risk zones with low, moderate, and high risk levels. Landslide hazard levels are influenced by slope gradient, lithology, soil type, rainfall, and land cover, with the study area predominantly characterized by moderate hazard levels. Meanwhile, vulnerability assessment based on social, physical, and economic aspects shows that the area is generally dominated by low vulnerability. The interaction between hazard and vulnerability factors generates varying levels of landslide risk across the study area. These findings provide important insights for disaster mitigation strategies and support the development of more adaptive and sustainable regional planning in Tirtomoyo Sub-district.

Keywords

Disaster Risk; Hazard; Landslide; Vulnerability

Full Text:

PDF

References

[1]Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Data Informasi Bencana Indonesia 2025. https://dibi.bnpb.go.id/ (accessed December 13, 2025).

[2]Hadimulyono S. Mitigasi Bencana. 1st ed. Bandung: LEKKAS; 2019.

[3]Goenadi S, Sartohadi J, Hardiyatmo HC, Hadmoko DS, Giyarsih SR. Konservasi Lahan Terpadu Daerah Rawan Bencana Longsoran di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan Penelitian 2003.

[4]Praditia MD. Tirtomoyo Paling Rawan Longsor di Wonogiri, Ada 52 Kejadian Sepanjang 2024. Solopos 2025.

[5]Munandar MA. Longsor di Hutan Tunggangan Wonogiri Putus Akses Tirtomoyo-Jatiroto. DetikCom 2023.

[6]Wiguna SA, Amri MohdR, Ichwana AN, Yulianti G, Randongkir RE, Yunus R, et al. Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana; 2016.

[7]Nurjanah, Sugiharto R, Kuswanda D, BP S, Adikoesoemo. Manajemen Bencana. Bandung: Alfabeta; 2013.

[8]Arsyad U, Barkey RA, Wahyuni W, Matandung KK. Karakteristik Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai Tangka. Jurnal Hutan Dan Masyarakat 2018:203. https://doi.org/10.24259/jhm.v0i0.3978.

[9]Mantika NJ, Hidayati SR, Fathurrohmah S. Identifikasi Tingkat Kerawanan Bencana di Kabupaten Gunungkidul. Mantra: Jurnal Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota 2020;1:59–70.

[10]Rosaliana R, Bahar H, Yuwanto SH. Kajian Bahaya, Risiko, dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah di Daerah Sendangrejo dan Sekitarnya, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN), vol. 2, 2020, p. 657–63.

[11]Winaryo. Penyusunan Profil (Hazard, Vulnerability, Risk) Pemetaan Wilayah Rawan Bencana dan Penyusunan Rencana Aksi 2007.

[12]Faizana F, Nugraha AL, Yuwono BD. Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip 2015;4:223–34.

[13]Ajie WAYB. Mitigasi Bencana Longsor Lahan di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2023.

[14]Aprian UZT. Mikrozonasi Kerentanan Tanah Longsor Berdasarkan Metode Mikroseismik dan Analisa Geomorfologi di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri. Universitas Gadjah Mada, 2024.

[15]Noor D. Pengantar Mitigasi Bencana Geologi. Yogyakarta: Deepublish; 2014.

[16]Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat (PUSLITANAK). Laporan Akhir Pengkajian Potensi Bencana Kekeringan, Banjir dan Longsor di Kawasan Satuan Wilayah Sungai Citarum-Ciliwung, Jawa Barat Bagian Barat Berbasis Sistem Informasi Geografis. 2004.

[17]Paimin, Sukresno, Pramono IB. Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Balikpapan: Tropenbos International Indonesia Programme; 2009.

[18]Naryanto HS, Zahro Q. Penilaian Risiko Bencana Longsor di Wilayah Kabupaten Serang. Majalah Geografi Indonesia 2020;34:1. https://doi.org/10.22146/mgi.38674.

[19]Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana 2012.

[20]W. Hastanti B, Miardini A. Penilaian Indeks Kerentanan Sebagai Upaya Pengurangan Risiko Longsor di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai 2021;5:155–70. https://doi.org/10.20886/jppdas.2021.5.2.155-170.

[21]Google Earth. Street View of Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. EarthGoogleCom 2025. https://earth.google.com/web (accessed December 15, 2025).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.