Pola distribusi spasial luas areal sertifikasi benih Padi Inbrida di Provinsi Banten

Okta Wulandono, Happy Suryati

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, sehingga peningkatan produksi padi menjadi bagian penting dari pembangunan wilayah pertanian dan ketahanan pangan nasional. Salah satu faktor penentu produktivitas padi adalah penggunaan benih unggul bersertifikat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pola distribusi spasial areal sertifikasi benih padi inbrida diperlukan sebagai dasar perencanaan peningkatan produksi padi di tingkat wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi spasial luas areal sertifikasi benih padi inbrida di Provinsi Banten. Data yang digunakan meliputi empat musim tanam pada periode 2022–2024, dengan klasifikasi benih meliputi Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP), dan Benih Sebar (BR). Metode analisis yang digunakan adalah analisis autokorelasi spasial global dan lokal menggunakan Indeks Moran dan Local Indicators of Spatial Association (LISA). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebesar 33,33% data penelitian memperlihatkan adanya autokorelasi spasial yang kuat antarwilayah kecamatan, sedangkan 66,67% lainnya menunjukkan pola spasial acak. Pola spasial yang terbentuk bervariasi antar musim tanam dan kelas benih, namun secara umum didominasi oleh pola random. Analisis LISA mengidentifikasi pola klaster High–High (HH), Low–Low (LL), Low–High (LH), dan High–Low (HL) yang merupakan informasi penting bagi perencanaan pembangunan wilayah pertanian, khususnya dalam penentuan lokasi prioritas pengembangan dan distribusi benih padi unggul di Provinsi Banten.

Keywords

Autokorelasi Spasial; Benih Padi Inbrid Tersertifikasi; Pola Spasial

Full Text:

PDF

References

[1]Umi Siswanti D, Syahidah A, Sudjino S. Produktivitas Tanaman padi (Oryza sativa L.) Segreng Terhadap Aplikasi Sludge Biogas di Lahan Sawah Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi 2018;6:64–70. https://doi.org/10.24252/bio.v6i1.4241.

[2]Monareh J, Ogie TB. Pengendalian Penyakit Menggunakan Biopestisida Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agroekoteknologi Terapan 2020;1:11–3.

[3]Aido I, Prasmatiwi FE, Adawiyah R. Pola Konsumsi Dan Permintaan Beras Tingkat Rumah Tangga Di Kota Bandar Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis 2021;9:470. https://doi.org/10.23960/jiia.v9i3.5336.

[4]Ningrat MA, Mual CD, Makabori YY. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Berbagai Sistem Tanam di Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian 2021;2:325–32. https://doi.org/10.47687/snppvp.v2i1.191.

[5]Wulandono O, Rachmawati I. Pola Spasial Sebaran Varietas Padi Ciherang, Mekongga dan Inpari 32 di Kabupaten Serang. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis 2022;6:1015. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2022.006.03.22.

[6]Purba T, Tarigan K, Supriana T. Analisis Sikap Dan Preferensi Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Varietas Unggul di Kabupaten Langkat Sumatera Utara. JURNAL AGRICA 2022;15:35–47. https://doi.org/10.31289/agrica.v15i1.5169.

[7]Putri FA. Optimalisasi Produksi Padi Menuju Ketahanan Pangan di Jawa Tengah. Seminar Nasional Official Statistics 2023;2023:827–38. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2023i1.1888.

[8]Amiroh A. Peningkatan pertumbuhan dan produksi padi (Oryza sativa L.) melalui aplikasi sistem tanam jajar legowo dan macam varietas. AGRORADIX: Jurnal Ilmu Pertanian 2018;1:52–62.

[9]Sayaka B, Dabukke FBM, Suharyono S. Membangun Kemandirian Industri Benih Padi Nasional. Jurnal Ekonomi Indonesia 2020;9:189–207. https://doi.org/10.52813/jei.v9i3.65.

[10]Sari ARK, Aryawati SAN, Duwijana IN, Sukarja IM. Daya Hasil Tiga Varietas Unggul Padi Produksi Balitbangtan Pada Lahan Biosilika di Bali. Peran Teaching Factory di Perguruan Tinggi Vokasi Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Pada Era New Normal, Politeknik Negeri Jember; 2020, p. 66–77. https://doi.org/10.25047/agropross.2020.37.

[11]Romdon A. Preferensi dan Adopsi Petani terhadap Varietas Unggul Baru Padi di Provinsi Jawa Tengah. JURNAL PANGAN 2022;31:13–32. https://doi.org/10.33964/jp.v31i1.569.

[12]Iqbal M, Mirna R, Susanti E. Kapasitas Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortukultura Provinsi Jabar Dalam Pengembangan Benih Padi Induk. JANE - Jurnal Administrasi Negara 2022;13:336. https://doi.org/10.24198/jane.v13i2.34227.

[13]Lestari SU, Julianto RPD, Sumiati A. Peningkatan Kemandirian Petani Melalui Produksi Benih Jagung Mandiri. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) 2017;2:9–17.

[14]Supriyadi S, Mustofa M, Purwanto P, Winarno J, Sumani S. Kemandirian Benih Padi Unggul Lokal Sebagai Kunci Keberhasilan Membangun Pertanian Organik. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) 2018;1:1846–58.

[15]Nuswardhani SK. Kajian Serapan Benih Padi Bersertifikat Di Indonesia Periode 2012– 2017. Agrika 2019;13:162. https://doi.org/10.31328/ja.v13i2.1207.

[16]Setyono B, Hanafi H. PERANAN KELEMBAGAAANPENANGKAR BENIH PADI DALAM PENYEDIAAN BENIH PADI BERKUALITAS MENDUKUNG TTP (TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN) KABUPATENKULONPROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, vol. 5, 2020, p. 566–70.

[17]Lagga J, Azis Ambar A, Abdullah A. Strategi Pengembangan Penangkaran Benih Melalui Kegiatan Desa Mandiri Benih. Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies 2022;2:13–31. https://doi.org/10.53754/iscs.v2i1.94.

[18]Waluyo, Suparwoto, Johanes. A, Nur Wahyu S. Pengembangan Produksi Benih Sumber Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Umur Genjah Hasil Di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Prodi Agribisnis 2022;3:51–60. https://doi.org/10.56869/kaliagri.v3i2.413.

[19]Miyasto M. Strategi ketahanan pangan nasional guna meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi dalam rangka ketahanan nasional. Jurnal Lemhannas RI 2014;2:17–34.

[20]Mayalibit NF, Suwarto S, Rusdiyana E, Wijianto A. Sikap Petani Padi Terhadap Benih Unggul Padi Bersertifikat. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture 2018;32:116. https://doi.org/10.20961/carakatani.v32i2.15090.

[21]Setiani C, Wulanjari ME, Prasetyo T. Pemberdayaan petani menuju desa mandiri benih. Jurnal Riset Agribisnis Dan Peternakan 2018;3:46–54.

[22]Kuncoro SD. Pengembangan Wilayah Berbasis Subsektor Pertanian Hortikultura di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan 2014;2:43. https://doi.org/10.14710/jwl.2.1.43-54.

[23]Saragih JR. Perencanaan wilayah dan pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian: teori dan aplikasi. Pustaka Pelajar; 2015.

[24]Diartho HC. Perencanaan pengembangan kawasan perdesaan berbasis potensi di Kabupaten Bondowoso. Jurnal Ekuilibrium 2017;1:1–9.

[25]Wulandono O, Rustiadi E, Ardiansyah M. Spatial Interaction Based on Sub-District Development Index in Pandeglang Regency. Economics Development Analysis Journal 2021;10:1–11. https://doi.org/10.15294/edaj.v10i1.40708.

[26]Chen M, Cheng L, Chang L, Lu M, Wu S, Zhang L, et al. Identifying the determinants of the spatial patterns and temporal fluctuation characteristics of riverine pCO2 of the largest subtropical river using machine learning methods. J Hydrol Reg Stud 2025;58:102284. https://doi.org/10.1016/j.ejrh.2025.102284.

[27]Kmoch A, Harrison CT, Choi J, Uuemaa E. Spatial autocorrelation in machine learning for modelling soil organic carbon. Ecol Inform 2025;86:103057. https://doi.org/10.1016/j.ecoinf.2025.103057.

[28]Wang Y, Yu Q, Avirmed B, Zhao J, Sun W, Liu Y, et al. The response of ecosystem services to ecological spatial network patterns in China’s arid and semi-arid regions. Ecol Indic 2025;172:113300. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2025.113300.

[29]Li L, Tang H, Lei J, Song X. Spatial autocorrelation in land use type and ecosystem service value in Hainan Tropical Rain Forest National Park. Ecol Indic 2022;137:108727. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2022.108727.

[30]Liao Z, Liang S. Spatial pattern of attractiveness and road network accessibility of scenic spots in Guangdong Province based on network information. Sci Rep 2025;15:7950. https://doi.org/10.1038/s41598-025-91419-9.

[31]Hao Q, Xiao Y, Liu K, Yang H, Chen H, Wang L, et al. Spatial pattern of groundwater chemistry in a typical piedmont plain of Northern China driven by natural and anthropogenic forces. Sci Rep 2025;15:7643. https://doi.org/10.1038/s41598-025-91659-9.

[32]Adrian A, Widiatmaka W, Munibah K, Firmansyah I. Pola Spasial Perubahan Tutupan Lahan/Penggunaan Lahan Menggunakan Google Earth Engine di Kabupaten Majalengka. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota 2023;19:447–63. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i4.46254.

[33]Widiastuti EN, Sudrajat S. Pola Spasial Pemanfaatan Lahan Pertanian di Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul. Media Komunikasi Geografi 2024;25:01–20. https://doi.org/10.23887/mkg.v25i1.68061.

[34]Muslim S, Utomo RP, Permana CTH. Perubahan penggunaan lahan dan dan pola spasial tutupan lahan di sekitar Kawasan Industri Purwosuman, Sragen. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif 2023;18:38. https://doi.org/10.20961/region.v18i1.53755.

[35]Wadud MVA, Hermawan E, Kamilah N. Analisis Pola Distribusi Spasial Perubahan Penggunaan Lahan Dan Urban Heat Island Menggunakan Google Earth Engine (Studi Kasus Di Kota Bogor Tahun 2000, 2009, & 2021). INFOTECH Journal 2023;9:259–69. https://doi.org/10.31949/infotech.v9i1.5507.

[36]Muta’ali L. Pengembangan Wilayah Tertinggal. Badan Penerbit Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada; 2014.

[37]Muta’ali L. Teknik Analisis Regional untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi UGM; 2015.

[38]Latuconsina ZMY, Rustiadi E, Sahara S. An Analysis of the Level of Development in Malang Regency Based on a Typology of Development Regions. Journal of Regional and City Planning 2018;29:1. https://doi.org/10.5614/jrcp.2018.29.1.1.

[39]Fotheringham AS, Brunsdon C, Charlton M. Quantitative Geography: Perspectives on Spatial Data Analysis. SAGE Publications; 2000.

[40]Loonis V. Handbook of Spatial Analysis: Theory and Application with R. 2018.

[41]Murtadho A, Pravitasari AE, Munibah K, Rustiadi E. Spatial Distribution Pattern of Village Development Index in Karawang Regency Using Spatial Autocorrelation Approach. J Pembang Wil Dan Kota 2020;16:102–11. https://doi.org/doi.org/10.14710/pwk.v16i2.24883.

[42]Anselin L. Exploring Spatial Data with GeoDa : A Workbook. Center for Spatially Integrated Social Science; 2005.

[43]Munibah K, Widiatmaka W, Widjaja H. Spatial Autocorrelation on Public Facility Availability Index with Neighborhoods Weight Difference. Journal of Regional and City Planning 2018;29:18. https://doi.org/10.5614/jrcp.2018.29.1.2.

[44]Kawabata M, Abe Y. Intra-metropolitan spatial patterns of female labor force participation and commute times in Tokyo. Reg Sci Urban Econ 2018;68:291–303. https://doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2017.11.003.

[45]Martono DN, Saiya HG. Spatial Distribution Pattern of Covid-19 Cases and Their Characteristics In DKI Jakarta and Surrounding Areas. Indonesian Journal of Geography 2024;56.

[46]Gedamu WT, Plank-Wiedenbeck U, Wodajo BT. A spatial autocorrelation analysis of road traffic crash by severity using Moran’s I spatial statistics: A comparative study of Addis Ababa and Berlin cities. Accid Anal Prev 2024;200:107535. https://doi.org/10.1016/j.aap.2024.107535.

[47]Makful MR, Isabel YS, Adrian V. Spatial Distribution Pattern of Hypertension: Case of Jakarta, Indonesia. Indonesian Journal of Geography 2023;55:109. https://doi.org/10.22146/ijg.72615.

[48]Litasari UCN, Munibah K, Effendi H. Spatial Distribution of Small and Big-Scale Modern Retail Through the Growth of Yogyakarta Urbanized Area. Indonesian Journal of Geography 2023;55.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.