Ketahanan masyarakat terhadap banjir akibat hujan lebat di Kelurahan Mangkang, Kota Semarang

Setyo Aji Pramono, Kusuma Kusuma, Deffi Ayu Puspito Sari

Abstract

Kelurahan Mangkang Wetan merupakan salah satu wilayah di Kota Semarang yang sering mengalami bencana banjir akibat hujan lebat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa banjir di Kota Semarang terjadi lebih dari 10 kali per tahun selama periode 2019–2022, dan kembali terjadi pada Januari 2023, termasuk di Kelurahan Mangkang Wetan. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk bertahan dan beradaptasi terhadap risiko banjir yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Mangkang Wetan dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian menggunakan metode campuran dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada masyarakat terdampak. Penilaian ketahanan dilakukan berdasarkan lima dimensi, yaitu fisik, sosial, ekonomi, peran pemerintah, dan lingkungan alam. Data kuesioner direkapitulasi, divalidasi, dan dianalisis secara statistik serta dibahas secara eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketahanan pada dimensi fisik sebesar 1,95, sosial 2,15, ekonomi 1,80, peran pemerintah 1,95, dan dimensi alam 1,75 pada skala 1–3. Secara keseluruhan, tingkat ketahanan masyarakat berada pada kategori sedang (kurang tahan). Dimensi alam menjadi aspek dengan nilai terendah sehingga memerlukan perhatian khusus. Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat, terutama saat curah hujan mencapai ≥25 mm/hari, menjadi penting untuk mendukung pembangunan ketahanan wilayah yang lebih adaptif.

Keywords

Banjir; Hujan Lebat; Ketahanan Masyarakat

Full Text:

PDF

References

[1]Irianti NHWF, Sulistijanti W. Segmentasi Konsumen Berdasarkan Variabel Demografis, Geografis dan Psikografis di Swalayan Aneka Jaya Mangkang Semarang. Journal of Applied Statistics and Data Mining 2019;1:28–34. https://doi.org/10.63229/jasdm.v1i1.6.

[2]Prasetyaningrum A, Ariyanti A, Pramudono B, Khairunisa MU. Pengembangan Potensi Plastik Daur Ulang Di Mangkang Kulon Kecamatan Tugu Kota Semarang. Jurnal Riptek 2019;13:65–70.

[3]Dolphina E. Optimalisasi Pengelolaan Kebun Binatang Mangkang Sebagai Tempat Pariwisata Kota Semarang. Prosiding Seniati 2019;5:37–42.

[4]Pringgenies D, Yudiati E, Nuraeni RAT, Susilo ES. Pemberdayaan kelompok wanita nelayan pesisir pantai dengan aplikasi teknologi pewarna alam limbah mangrove jadi batik di Mangkang Kecamatan Tugu Semarang. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 2017;1:83–9.

[5]Kusumo WK, Pratito DW. Pelatihan Manajemen Produksi Dan Kewirausahaan Pada Nelayan Budidaya Rumput Laut Di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu Kota Semarang. TEMATIK 2018;1.

[6]Liutami RN, Hermini RN, Windiani R. Implementasi Program Gerdu Kempling Bidang Ekonomi Kota Semarang Tahun 2011. Journal of Politic and Government Studies 2013;2:86–100.

[7]Dahlia S, Fadiarman F. Analisis Risiko Banjir Terhadap Fasilitas Pendidikan Di DKI Jakarta. Jurnal Geografi Gea 2020;20:185–96. https://doi.org/10.17509/gea.v20i2.24113.

[8]Hastuti KP, Alviawati E, Setiawan FA, Rahman AM, Muhaimin M. Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Ketangguhan Masyarakat di Daerah Rawan Banjir. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) 2022;1:55. https://doi.org/10.20527/ilung.v1i3.4116.

[9]Putra ISW, Hermawan F, Hatmoko JUD. Penilaian kerusakan dan kerugian infrastruktur publik akibat dampak bencana banjir di Kota Semarang. Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil 2020;25:86–97.

[10]Maftuhin M, Kusumawardani D. Pengaruh Perubahan Iklim dan Bencana Alam terhadap Kriminalitas di Indonesia. Media Komunikasi Geografi 2022;23:129–40. https://doi.org/10.23887/mkg.v23i1.42332.

[11]Mandala IS, Koesyanto H. Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Kejadian Bencana Banjir Bandang Das Beringin. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition 2021;1:608–17.

[12]Maulita R, Parahita BN, Trinugraha YH. Mitigasi Bencana Banjir Rob di Mangkang Wetan: Tindakan Sosial Masyarakat dan Kapabilitas Struktural. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) 2023;4:178–200. https://doi.org/10.22373/jsai.v4i2.2782.

[13]Ramdhany AD, Wiranegara HW, Luru MN. Zonasi Tingkat Kerentanan Fisik Atas Banjir Rob Kecamatan Tugu Di Kota Semarang. Jurnal Bhuwana 2021;1:137–46. https://doi.org/10.25105/bhuwana.v1i2.12532.

[14]Ciptaningrum MU, Pamungkas A. Penilaian resiliensi dimensi sosial berdasarkan konsep climate and disaster resilience initiative (CDRI). Jurnal Teknik ITS 2017;6:C193–7.

[15]Utomo AD, Handayani R. Preparing Community Resilience in Social Sector Based on Climate and Disaster Resilience Initiative (CDRI) Concept in Sungguminasa, Gowa Regency. Plano Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota 2021;10:1–12.

[16]Shaw D, Scully J, Hart T. The paradox of social resilience: How cognitive strategies and coping mechanisms attenuate and accentuate resilience. Global Environmental Change 2014;25:194–203. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2014.01.006.

[17]Suryanto, Arrasyid P, Amelia Choya T. Implementation of Climate and Disaster Resilience Initiative (CDRI) in Kampung Sewu, Surakarta, Central Java, Indonesia. IOP Conf Ser Earth Environ Sci 2021;724. https://doi.org/10.1088/1755-1315/724/1/012104.

[18]Anwar YA, Muhammad Farhan Maulana, Edwardus Iwantri Goma, Iya’Setyasih, Mislan, Yunus Aris Wibowo. Ketahanan Masyarakat Desa Melintang Terhadap Bencana Banjir Danau Melintang. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha 2022;10:209–23. https://doi.org/10.23887/jjpg.v10i2.48431.

[19]Yuriadi, Rahmadhany BT, Yudha ADS, Mulyono AS. Banjir di perkotaan dan dampaknya bagi masyarakat: Studi fenomenologi. INNER: Journal of Psychological Research 2025;5:1–10.

[20]Hakim NNF, Ramadhan FN, Alfadla MN, Yusri M, Matondang NAP, Br Purba APS, et al. Pendampingan Masyarakat dalam Identifikasi Faktor Lingkungan Penyebab Banjir di Jalan Senopati Raya Kota Bandar Lampung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka 2025;3:390–9. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.172.

[21]Azali KD, Susanti R. Resiliensi Rumah Tangga dalam Menghadapi Bencana Banjir Tahunan di Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Jurnal Sains Riset 2025;15:25–32. https://doi.org/10.47647/jsr.v15i1.2989.

[22]Sari RA, Wahyuningtyas R, Dimasiosz PJ. Proses Pengambilan Keputusan dalam Keluarga untuk Tetap Bertahan Tinggal di Permukiman Rawan Banjir. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha 2025;7:145–57.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.