Pengaruh dinamika tutupan lahan terhadap fenomena Urban Heat Island di Kota Tegal

Luthfia Khairunnisa, Soedwiwahjono Soedwiwahjono, Erma Fitria Rini

Abstract

Perubahan tutupan lahan akibat proses urbanisasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan suhu permukaan dan munculnya fenomena Urban Heat Island (UHI) di wilayah perkotaan. Kota Tegal sebagai kota pesisir yang berkembang mengalami dinamika pembangunan wilayah yang berdampak pada perubahan tutupan lahan dan distribusi suhu permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dinamika tutupan lahan terhadap fenomena UHI di Kota Tegal selama periode 2000–2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra Landsat 5 TM dan Landsat 8 OLI untuk mengekstraksi suhu permukaan lahan (Land Surface Temperature/LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan Normalized Difference Built-up Index (NDBI), serta klasifikasi tutupan lahan secara terbimbing (supervised classification). Analisis hubungan antara perubahan tutupan lahan dan LST dilakukan menggunakan model regresi spasial Ordinary Least Squares (OLS) dan Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pertanian, vegetasi berkanopi, dan badan air berpengaruh negatif terhadap suhu permukaan, sedangkan kepadatan bangunan yang direpresentasikan oleh NDBI berkontribusi positif terhadap peningkatan suhu. Puncak fenomena UHI terjadi pada tahun 2010 seiring dengan intensifikasi urbanisasi, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2024 yang berkaitan dengan perluasan badan air akibat intrusi air laut. Selain itu, pola spasial UHI mengalami pergeseran dari wilayah sekitar pelabuhan ke arah selatan kota mengikuti dinamika pembangunan wilayah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perencanaan pembangunan wilayah dan strategi adaptasi perubahan iklim di kota pesisir.

Keywords

Land Surface Temperature; Penginderaan Jauh; Perubahan Tutupan Lahan; Urban Heat Island

Full Text:

PDF

References

[1]Harahap FR. Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota di Indonesia. Society 2013;1:35–45. https://doi.org/10.33019/society.v1i1.40.

[2]Lasaiba MA. The Dynamics of Land Use Change in Metropolitan Areas: The Impact of Urbanization and Sustainable Management Strategies. JENDELA PENGETAHUAN 2024;17:213–27. https://doi.org/10.30598/jp17iss2pp213-227.

[3]Kautsar LHR. Dampak urbanisasi terhadap iklim perkotaan di Jabodetabek. Universitas Indonesia, 2018.

[4]Dibaba WT. Urbanization-induced land use/land cover change and its impact on surface temperature and heat fluxes over two major cities in Western Ethiopia. Environ Monit Assess 2023;195:1083. https://doi.org/10.1007/s10661-023-11698-5.

[5]Sejati AW, Buchori I, Rudiarto I. The Impact of Urbanization to Forest Degradation in Metropolitan Semarang: A Preliminary Study. IOP Conf Ser Earth Environ Sci 2018;123:012011. https://doi.org/10.1088/1755-1315/123/1/012011.

[6]Stewart ID, Mills G. The Urban Heat Island: A Guidebook. Elsevier; 2021. https://doi.org/10.1016/C2017-0-02872-0.

[7]Voogt JA, Oke TR. Thermal remote sensing of urban climates. Remote Sens Environ 2003;86:370–84. https://doi.org/10.1016/S0034-4257(03)00079-8.

[8]Rupard M. Urban Heat Islands: Causes, Impacts, & Mitigation 2019.

[9]Wibisono P. Hubungan Perubahan Tutupan Lahan dan Fenomena Urban Heat Island pada Aglomerasi Perkotaan Surakarta 2022.

[10]Leal Filho W, editor. Handbook of Climate Change Resilience. Cham: Springer International Publishing; 2020. https://doi.org/10.1007/978-3-319-93336-8.

[11]Nugraha ASA, Atmaja DM. Pemanfaatan Citra Penginderan Jauh Multi-Temporal Untuk Deteksi Urban Heat Island (Uhi) Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan Di Kabupaten Buleleng. Majalah Ilmiah Globe 2020;22:71–82.

[12]Pena Acosta M, Vahdatikhaki F, Oliveira dos Santos J, Hammad A, Doree A. A generalizability analysis of a data-driven method for the Urban Heat Island phenomenon assessment, 2021. https://doi.org/10.22260/ISARC2021/0012.

[13]Rudiarto I, Handayani W, Sih Setyono J. A Regional Perspective on Urbanization and Climate-Related Disasters in the Northern Coastal Region of Central Java, Indonesia. Land (Basel) 2018;7:34. https://doi.org/10.3390/land7010034.

[14]Husna VN, Fawzi NI. Aplikasi Algoritma Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Bare Soil Index (BSI) dalam Penilaian Kerapatan Vegetasi dan Produktivitas di Pulau Burung. Geo-Image Journal 2022;11:198–204.

[15]Mardiansjah FH, Sugiri A, Ma’rif S. Peri-urbanization of small cities in Java and its impacts on paddy fields: The case of Tegal Urban Region, Indonesia. IOP Conf Ser Earth Environ Sci 2021;724:012023. https://doi.org/10.1088/1755-1315/724/1/012023.

[16]Mardiansjah FH. Extended urbanization in smaller-sized cities and small town development in Java: The case of the Tegal Region. IOP Conf Ser Earth Environ Sci 2020;447:012030. https://doi.org/10.1088/1755-1315/447/1/012030.

[17]Almulaibari H. Analisis Potensi Pertumbuhan Ekonomi Kota Tegal Tahun 2004 - 2008. Universitas Diponegoro, 2011.

[18]Faza AU, Setyono JS. Keterkaitan Konsumsi Energi Rumah Tangga dengan Karakteristik Perilaku Masyarakat di Kota Tegal. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) 2018;7:33–43.

[19]Saputra H, Rahayu S. Hubungan Tingkat Urbanisasi Dan Tingkat Ketimpangan Wilayah Di Daerah Pantura Jawa Tengah. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) 2015;4:737–52.

[20]Putri IHS, Buchori I, Handayani W. Land use change and precipitation implication to hydro-meteorological disasters in Central Java: an overview. Int J Disaster Resil Built Environ 2023;14:100–14. https://doi.org/10.1108/IJDRBE-12-2020-0125.

[21]Pramudya Y, Komariah, Dewi WS, Sumani, Mujiyo, Sukoco TA, et al. Remote sensing for estimating agricultural land use change as the impact of climate change. In: Khanbilvardi R, Ganju A, Rajawat AS, Chen JM, editors., 2016, p. 987720. https://doi.org/10.1117/12.2223878.

[22]Isworo S, POERNA SRI OETARI. Mangrove vegetation and bird communities around Tegal Port, Central Java, Indonesia. Biodiversitas 2020;21. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210436.

[23]Wicaksono CSA, Sukmono A, Hadi F. Analysis of The Effect of Changes in Vegetation Composition and Build Up Area to Surface Temperature (Study Case: Tegal City). Jurnal Geodesi Undip 2021;10:11–20.

[24]Saringatin S, Ramadan GF, Widiastuti EI, Arjasakusuma S. Analysis of Urban Comfort Level in Java Island Based on Air Temperature and Air Quality in 2015 – 2019. Jurnal Geografi Gea 2022;22:77–86. https://doi.org/10.17509/gea.v22i1.44462.

[25]Fawzi NI. Mengukur Urban Heat Island Menggunakan Penginderaan Jauh, Kasus di Kota Yogyakarta. MAJALAH ILMIAH GLOBE 2017;19:195. https://doi.org/10.24895/MIG.2017.19-2.603.

[26]Di Leo G, Sardanelli F. Statistical significance: p value, 0.05 threshold, and applications to radiomics—reasons for a conservative approach. Eur Radiol Exp 2020;4:18. https://doi.org/10.1186/s41747-020-0145-y.

[27]Al Hakim MAY, Sasmito B, Hadi F. Analisis Pola SUHI (Surface Urban Heat Island) Kota Pesisir (Coastal City) Wilayah Pantai Utara Jawa Menggunakan Data Sentinel-3 SLSTR Multitemporal (Studi Kasus: Kabupaten Kendal dan Kabupaten Cirebon). Jurnal Geodesi Undip 2023;11:141–50.

[28]Sun R, Chen L. How can urban water bodies be designed for climate adaptation? Landsc Urban Plan 2012;105:27–33. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2011.11.018.

[29]Steeneveld GJ, Koopmans S, Heusinkveld BG, Theeuwes NE. Refreshing the role of open water surfaces on mitigating the maximum urban heat island effect. Landsc Urban Plan 2014;121:92–6. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2013.09.001.

[30]Ghosh S, Das A. Modelling urban cooling island impact of green space and water bodies on surface urban heat island in a continuously developing urban area. Model Earth Syst Environ 2018;4:501–15. https://doi.org/10.1007/s40808-018-0456-7.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.