Interpretasi Kualitatif Data Anomali Magnetik Residual Tereduksi ke Ekuator untuk Analisis Sebaran Rekahan Air Tanah (Studi Kasus: Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas)

Sehah Sehah, Abdullah Nur Aziz, Lusia Silfia Pulo Boli, Muhammad Rizki Ariyanto

Abstract

Secara geologis Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas didominasi oleh endapan lahar dan lava Gunungapi Slamet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran rekahan air tanah pada komplek batuan vulkanik berdasarkan data anomali magnetik. Manfaat yang diharapkan adalah diperolehnya sumber air tanah yang melimpah di daerah penelitian untuk mendukung irigasi berbasis air tanah sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengembangan agrowisata. Akuisisi data magnetik telah dilakukan dengan resolusi spasial sebesar 100 m dan menghasilkan data intensitas magnetik total. Pengolahan data telah dilakukan dengan menerapkan beberapa koreksi dan reduksi sehingga dapat diperoleh data anomali magnetik lokal yang berkisar -3.089,49 – 1.502,98 nT. Untuk mereduksi efek-efek dipol magnetik yang mengganggu interpretasi, maka dilakukan reduksi data ke ekuator terhadap data anomali magnetik lokal. Hasilnya adalah data anomali magnetik dengan nilai berkisar -2.056,54 – 2.264,55 nT. Untuk memetakan sebaran rekahan air tanah pada komplek batuan vulkanik, maka dilakukan perhitungan first horizontal derivative (FHD) terhadap data anomali magnetik lokal tersebut. Gradien yang dihasilkan berkisar 0,24 – 22,72 nT/m. Nilai-nilai gradien horizontal ini cenderung membentuk ridge di atas perubahan magnetisasi yang tiba-tiba. Banyaknya ridge pada peta kontur mengindikasikan keberadaan batas-batas kontak litologi antar batuan bawah permukaan yang dapat diinterpretasi sebagai rekahan air tanah di daerah penelitian.

Keywords

anomali magnetik; reduksi ke ekuator; FHD; Desa Sumbang

Full Text:

PDF

References

Aina, A. (1986). Reduction to Equator, Reduction to Pole, and Orthogonal Reduction of Magnetic Profiles. Exploration Geophysics, 17, 141-145. http://dx.doi.org/10.1071/ EG986141. Alamdar, K., Ansari, A.H., & Ghorbani, A. Edge Detection of Magnetic Body Using Horizontal Gradient of Pseudogravity Anomaly. Anonim (2017). Modul Geologi dan Hidrogeologi; Pelatihan Perencanaan Air Tanah. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumberdaya Air dan Konstruksi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia. Bandung. Anonim (2023). Akuifer Media Rekahan (Fracture Media). Balai Air Tanah. Direktorat Air Tanah dan Air Baku. Direktorat Jenderal Sumberdaya Air. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Republik Indonesia. Bandung. Blakely R.J. (1995). Potential Theory in Gravity and Magnetic Applications. Cambridge University Press. USA. Demiroglu, M. (2017). Identifying the Groundwater Basin Boundaries, Using Environmental Isotopes: a Case Study. Appl Water Sci 7, 1161–1167. https://doi.org/10.1007/s13201-016-0516-y. Djuri, M., Samodra, H., dan Gafoer, S. (1996). Peta Geologi Lembar Purwokerto dan Tegal, Jawa, Skala 1:100,000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (PSG). Bandung. Iswahyudi, S., Jati, I.P., and Setijadi, R. (2018). Studi Pendahuluan Geologi Telaga Tirta Marta, Purbalingga, Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa, 14, 2, 86-91. http://dx.doi.org/10.20884/1.dr.2018.14.2.189. Kaser, D., & Hunkeler, D. (2015). Contribution of Alluvial Groundwater to the Outflow of Mountainous Catchments. Water Resources Research, 52, 2, 680-697. Laitupa, K. (2020). Pengaruh Pelapukan terhadap Rekahan Batuan Utuh Melalui Pengujian di Laboratorium. INTAN Jurnal Penelitian Tambang, 3, 1, 26-34. https://doi.org/ 10.56139/intan.v3i1.47. Prayogo, T. B., Siswoyo, H., Nepriyana, E. (2022). Evaluation of Groundwater Irrigation Network Performance to Improve the Optimal Fulfillment of Irrigation Water Requirement. Journal of Southwest Jiaotong University, 57, 1, 154-167. https://doi.org/10.35741/issn.0258-2724.57.1.14. Pinandita, A. H., Sutresno, W. (2024). Krakteristik Anomali Magnetik dari Metode Reduksi ke Kutub dan Reduksi ke Ekuator pada Struktur Sesar. Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan, 2, 3, 250-257. https://doi.org/10.61132/ globe.v2i3.515. Ramadhan, F. (2020). Geologi dan Pemodelan Cekungan Air Tanah (CAT) Purwokerto Purbalingga. Skripsi. Program Studi S1 Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Santosa, B.J., Mashuri, Salim, & R., Armi, R. (2012). Interpretasi Metode Magnetik untuk Penentuan Struktur Bawah Permukaan di Sekitar Gunung Kelud Kabupaten Kediri. Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya, 2, 1, 7-14. https://doi.org/10.26740/ jpfa.v2n1.p7-14. Sehah, Raharjo, S.A., Prabowo, U.N. (2020). Two Dimensional Modeling of Basaltic Rocks Intrusion Based on The Local Magnetic Anomalies Data in Jatilawang District Banyumas Regency. Indonesian Journal of Applied Physics, 10, 2, 171-182. https://doi.org/10.13057/ijap.v10i2.41885. Situmeang, R., Mulyadi, D.S., & Arianto, S. (2023). Analisa Data Magnetometer dengan Menggunakan Transformasi Reduksi Ke Kutub dan Ke Equator (Studi Kasus di Perairan Pantai Ancol). Jurnal Chart Datum, 9, 1, 39-48. https://doi.org/10.37875/ chartdatum.v9i1.264 Subarsyah & Nhirwana, B. (2011). Penggunaan Metode Analisis Sinyal dalam Interpretasi Data Magnet di Perairan Selat Sunda untuk Menentukan Arah dan Posisi Pipa Bawah Laut. Jurnal Geologi Kelautan, 9, 1, 45-52. http://dx.doi.org/10.32693/jgk.9.1.2011.199. Sulaiman, N., Ariffin, N. A., Sulaiman, M. S., Sulaiman, N., Jamil, R. M. (2022). Groundwater Exploration Using Electrical Resistivity Imaging (ERI) at Kemahang, Tanah Merah, Kelantan. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 1102 (2022) 012027. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1102/1/012027. Wenjie L.V., Pei H., Yang Y. *, Luo Q., Xie, S., Fu, C. (2024). A Novel Method of Magnetic Sources Edge Detection Based on Gradient Tensor. Minerals (MPDI), 14, 7, 1-15. https://doi.org/10.3390/min14070657.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.