PEPINDHAN DAN SANEPA: CARA BERTUTUR YANG TIDAK BIASA

Aloysius Indratmo

Abstract

Tuturan pêpindhan dan sanépa tergolong dalam figurative language (meaning) atau dapat juga disebut sebagai tindak tutur tak langsung. Adapun apabila ditinjau dari makna kata-kata yang menyusunnya, tuturan pêpindhan dan sanépa tergolong dalam jenis tindak tutur tidak literal. Apabila kedua kriteria itu digabungkan maka tuturan pêpindhan dan sanépa termasuk jenis tindak tutur tidak langsung tidak literal (indirect nonliteral speech act). Melalui tindak tutur tidak langsung tidak literal penutur menyampaikan maksud secara tersirat kepada mitra tutur. Dalam tindak tutur tidak langsung maksud dan tujuan penutur disampaikan melalui seperangkat implikatur. Tuturan pêpindhan dan sanépa sedikit banyak berseberangan dengan maksim cara. Dengan menggunakan pêpindhan dan sanépa, penutur ingin berbahasa secara halus dan sopan.

Kata kunci: pêpindhan, sanépa, tidak langsung, tidak literal.

Full Text:

PDF

References

Kunjana Rahardi. 2001. Sosiolinguistik, Kode dan Alih Kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. Terjemahan M.D.D. Oka. Jakarta: UI-Press.

Levinson, Stephen C. 1983. Pragmatics. New York: Cambridge University Press.

Yule, George. 2006. Pragmatik. Terjemahan Indah Fajar Wahyuni dan Rombe Mustajab. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.