STRATEGI BERTUTUR MODERATOR UNTUK MENGGALI INFORMASI DALAM DISKUSI INDONESIA LAWYERS CLUB

Malikatul Laila

Abstract

Tulisan ini menyajikan variasi strategi bertutur moderator untuk menggali informasi dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC). Datanya berupa tuturan moderator pada sesi diskusi yang didasarkan dari jenis tindak tutur (TT). Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposif sampling yang menghasilkan 10 topik yang berbeda dalam tayangan diskusi sepanjang tahun 2012. Analisisnya dilakukan secara komprehensif dengan mengacu konteks pendekatan pragmatik dan wacana. Hasilnya menunjukkan meskipun ada pengaruh status mitra tutur (mt), moderator mendominasi pemakaian strategi TT langsung-literal dengan variasi: mengulang jawaban mt, menunjuk/ bertanya kepada mt, menunjuk dan menilai mt, mengkaunter jawaban mt, dan memojokkan mt. Selain itu, moderator juga memper-timbangkan efek pragmatik pemakaian bahasa dengan memvariasi strategi bertuturnya, yakni secara tidak langsung maupun non-literal.

Kata Kunci: Strategi bertutur, Variasi Strategi Tindak Tutur, Wilayah Terbuka, dan ILC.

Full Text:

PDF

References

Amaliah, Farhanah (2011). ”Strategi Bertutur Pemandu Acara dan Narasumber: Sebuah Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Program Dialog Suara Anda Metro”. Skripsi Universitas Indonesia (Tidak Dipublikasikan).

Archer, Dawn. Karin Aijmer. and Anne Wichmann. 2012. Pragmatics: An Advanced Resource Book for Students. London & New York: Routledge.

Clayman, E Steven. 2010. ”Address Terms in the Service of Other Actions: the Case of News Interview Talk”in Discourse & Communication 4(2) 161-183. http://dcm.sagepub.com

Coulthard, Malcolm. 1985. An Introduction to Discourse Analysis. New York: Longman Group Limited.

Coulthard, 1992. Advances in Spoken Discourse Analysis. London: Routledge.

Cutting, Joan. 2008. Pragmatics and Discourse. London: Routledge.

Grice, H.P. 1975. ”Logic and Conversation”, in P. Cole and J. Morgan (eds.) Syntax and Semantics 3: Speech Acts, pp. 41-58. New York: Academic press. Reprinted in Grice 1989: 22-57.

Hess-Lüttich. 2007. ”(Pseudo-) Argumentation in TV-debates”. Journal of Prag-matics 39 (2007) 1360-1370http://www.elsevier.com/locate/pragma.

Ilyas, Karni. 2012. 40 Tahun Jadi Wartawan, Karni Ilyas: Lahir untuk Berita. Kompas: Fenty Effendy.

Luft, J and Ingham H. 1955. The Johari Window: a Graphic Model for Interpersonal Relations. (http://www.businessballs.com/johariwindowmodel. htm. (05/01/2012 at 12.04).

Macauly, Marcia. 2001. ”Tough Talk: Indirectness and Gender in Request for Information”. Journal of Pragmatics 33 (2001) 293-316. www.elsevier. nl/locate/pragma.

Purnanto, Dwi. 2009a. Struktur, Fungsi, dan Penafsiran Makna Pemakaian Bahasa dalam Proses Persidangan Pidana: Studi Kasus di Pengadilan Wilayah Surakarta. Disertasi. UNS.

Rosnilawati, Ermanto, dan Novia Juita. 2013. ”Tindak Tutur dan strategi Bertutur dalam Pasambahan Maantan Marapulai Pesta Perkawinan di Alahan Panjang Kabupaten Solok”. Skripsi FBS Universitas Negeri Padang (Tidak Diterbitkan).

Searle, John R. 1979. ”A Taxonomy of Illocutionary Acts” dalam A.P. Martinich (ed.). 1996. The Philosophy of Language. New York dan Oxford: OUP.

Sinclair and Coulthard. 1975. Towards an Analysis of Discourse: The English Used by Teachers and Pupils. London: Oxford University Press.

Tarone, Elaine. 1981. Some Thoughts on the Notion of Communication Strategy. TESOL QUARTELY, Vol. 15. No. 3. September 1981.

Thomas, Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London: Longman.

Wijana, I Dewa Putu, 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Offset.

Wulandari, L. Ayu. 2013. ”Strategi Retorika Pembawa Acara dalam Indonesia Lawyers Club di TV ONE”. Skripsi Universitas Jember (Tidak Diterbitkan).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.