NILAI RASA BAHASA DALAM KIDUNG NINA BOBOK “EMAN-EMAN”

Sutji Muljani

Abstract

Nilai rasa atau perasaan ialah gerakan hati, segala yang terasa dalam batin; seperti sedih, senang, suka, duka, benci, mengejek, menghina, hormat, segan, dan sebagainya. Nilai rasa bahasa dapat ditemukan dalam karya sastra, termasuk dalam kidung “Eman-Eman” sebagai salah satu kidung untuk menina-bobokkan anak yang disenandungkan oleh orang tuanya pada zaman dahulu; atau kidung untuk meninabobokkan cucu oleh kakek-neneknya pada zaman sekarang. Nilai rasa bahasa pada kidung tersebut meliputi: (1) nilai rasa kasih sayang, (2) nilai rasa sanjungan, (3) nilai rasa harapan, (4) nilai rasa doa untuk kepentingan dunia dan akhirat, dan (5) nilai rasa  doa dan harapan  sebagai umat Islam untuk menjalankan perintah ALLAH, menjauhi larangan ALLAH, serta menjalankan rukun Islam yang lima. Nilai rasa doa dan harapan mendominasi kidung tersebut

Full Text:

PDF

References

Brown, P. dan S. Levinson. 1987. Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: CUP

Leech, G. N. 1983. Principles of Pragmatics. Harlow: Longman.

Pradopo, Rachmat Djoko. 1987. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gama Press.

Pranowo. 2013. “Nilai Rasa Bahasa dan Daya Bahasa sebagai Pembentuk Karakter Bangsa” (makalah disajikan dalam Kongres Bahasa Indonesia X)

Purwo, B.K., 1989. “Perkembangan Bahasa Anak: Pragmatik dan Tata Bahasa” dalam PELLBA 4. Jakarta: Lembaga Bahasa Atmajaya.

Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tyasrinestu, Fortunata. 2008. “Lagu Anak dalam Perkembangan Kognitif Bahasa anak: Tinjauan Psikologi Musik” dalam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Perspektif, 2008).Yogyakarta: Tiara Wacana.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.