IMPLEMENTASI KONSEP KESANTUNAN PADA SENI PERTUNJUKAN TARI LANGENDRIYA MANDRASWARA MANGKUNEGARAN

Sutarno Haryono

Abstract

Komponen verbal dan nonverbal memiliki kekuatan sendiri-sendiri dan memiliki makna yang berbeda-beda, namun dalam sebuah seni pertunjukan Langendriya Mandraswara menjadi satu kesatuan memunculkan kekuatan makna yang lebih mantap, menarik, dan estetis. Syair tembang macapat merupakan perwujudan makna dan komunikasi yang mempertimbangkan status sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kesantunan dalam melakukan tindak tutur mengacu prinsip kurmat, andhap-asor, tepa-slira, dan empan-papan.

Full Text:

PDF

References

Asim Gunarwan. 2004. “Pragmatik, Budaya, dan Pengajaran Bahasa” Makalah Seminar Nasional Semantik III, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 28 Agustus 2004.

Endraswara, Suwardi. 2003. Filsafat Hidup Jawa. Tangerang: Cakrawala.

Herusatoto, Budiono. 2008. Simbolisme Jawa. Yogyakarta: Ombak.

Mudjanto, G. 2001. “Konsep Kepemimpinan dan Kekuasaan Jawa Tempo Dulu” dalam Hans Antlov, Sven Cederroth ed. Kepemimpinan Jawa: Perintah Halus, Pemerintahan Otoriter. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Soetarno. 2002. “Pewayangan dalam Budaya Jawa” dalam Dewaruci, Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni Vol. 1, No. 1. April, ISSN 1413-418. Program Pendidikan Pascasarjana Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta,.

Tirto Suwondo. 2003. Studi Sastra: Beberapa Alternatif. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

Waridi. 2006. Karawitan Jawa Masa Pemerintahan PB X: Perspektif Historis dan Teoretis. Surakarta: STSI Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.