MODEL PEMBELAJARAN “WISATA LOKAL” PADA MATA PELAJARAN SAINS: SUATU PENDEKATAN R&D

Eny Winaryati

Abstract

ABSTRAK

 

Guru sains dituntut untuk mengkreasi pembelajaran agar dapat memberikan pengalaman mendalam bagi siswanya.  Potensi daerah dengan segala kelebihan dan permasalahannya, dapat dijadikan sumber belajar dan laboratorium bagi pembelajaran sains. Model pembelajaran “Wisata Lokal” menjadi sangat relevan untuk meningkatkan pembelajaran sains menjadi lebih bermakna. Konsep model pembelajaran ini, akan dapat dilaksanakan oleh guru sebagai pengguna, bila telah teruji kepraktisan dan keefektifannya. Melalui pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) yang runtut dan sistematis, model ini dapat di terima sebagai suatu produk yang dapat disebarluaskan. R&D merupakan konsepsi dan implementasi ide-ide produk baru. Pendekatan R&D disusun berdasarkan kombinasi ADDIE model dan Cennarno, dikombinasi dengan tahap development dari Bor&Gall untuk tahap 4-9, serta pengembangan dari Circular model of R&D. Kombinasi ini menghasilkan 7 langkah R&D untuk mengembangkan model pembelajaran “Wisata Lokal” adalah Analysis, define, Design, Development, Implementation, delivery, dengan selalu memperhatikan potensi lingkungan  yang ada. Memberi penguatan pada tahap implementasi dengan kegiatan Quasi eksperimen. Pada setiap tahap R&D selalu dilakukan evaluasi PAI (Purphose, Activities, Interim Product). Paska tahap delivery,  dapat dijadikan sebagai landasan untuk dimulainya kegiatan analisis yang baru,  baik pada mapel yang lain, bentuk kegiatan lainnya (semisal pelatihan), atau perbaikan terhadap model ini.

 

Kata kunci: model pembelajaran, wisata lokal, sains, pendekatan, R&D.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.