MANAJEMEN DIKLAT PETERNAK (SUATU STUDI TENTANG MANAJEMEN DIKLAT TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP PETERNAK PADA BALAI PELATIHAN PETERNAKAN CIKOLE LEMBANG)

Neni Alyani

Abstract

ABSTRAK

 

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Manajemen Pendidikan dan Pelatihan Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai manajemen pelatihan Teknologi Pengolahan susu yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Peternakan Cikole Lembang. Sedangkan manfaatnya adalah untuk kepentingan pengembangan lembaga pelatihan peternakan dan SDM Peternak.

Adapun konsep yang mendukung penelitian adalah Konsep manajemen , Konsep Pelatihan, Konsep Taraf Hidup, Konsep Way of Life, Konsep Perubahan, Konsep Pemasaran. Teori Manajemen lebih difokuskan untuk dapat mengetahui fungsi manajemen secara jelas sehingga akan mampu mendeskripsikan pengaruhnya terhadap ketercapaian kompetensi . Konsep taraf Hidup diperlukan untuk dapat mendeskripsikan ketercapaian taraf hidup peserta yang di inginkan setelah diklat.

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metoda penelitian dalam bentuk studi kasus . Adapun subyek yang diteliti sebanyak 38 orang yaitu  30 orang peserta pelatihan, dan 10 orang panitia penyelenggara serta para pengajar pelatihan. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara , observasi dan  studi dokumentasi.

 Manajemen pelatihan pada BPP Cikole  belum berjalan dengan efektif dan efisien dan masih diwarnai kelemahan-kelemahan serta memerlukan perbaikan-perbaikan. Kelemahan itu disebabkan antara lain karena belum optimalnya fungsi disainer pelatihan pada tahap perencanaan diklat menyebabkan penetapan tujuan diklat ini tidak jelas demikian juga penetapan peserta maupun pengajar diklat disamping itu ada dualisme  fungsi perencana yakni Sub Bagian  program pada Dinas induk ( Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat ) serta  Sub bidang Perencanaan dan evaluasi pada UPT BPP Cikole sehingga fungsi ini tidak dapat berjalan secara obyektif, sementara pada fungsi perencanaan itu sendiri belum dapat melaksanakan fungsinya sesuai tugasnya sebagai perencana. Peserta diklat ini sangat variatif ada peternak, ada pengusaha dan ada pegawai KPBS dan KUD juga PNS.Dalam perencanaan para pengajar juga terjadi tumpang tindih tugas antara tugas pejabat struktural yang seharusnya menjalankan fungsi manajerial namun pada kenyataanya mereka melaksanakan fungsi pengajaran sehingga materi yang diberikan sifatnya hanya kebijakan-kebijakan belum mengarah kepada materi yang sesungguhnya, disamping itu penetapan usia  peserta tidak jelas sehingga menjadi kendala dalam keterserapan materi bagi sebagian besar mereka yang berusia lanjut, hal yang paling mendasar adalah ketidak jelasan tujuan dari pelatihan ini, bila untuk peningkatan taraf hidup peternak maka kurikulum seyogyanya mengarah pada tehnik meningkatkan pendapatan melalui kewirausahaan namun kenyataannya lebih mengarah pada fungsi pemeliharaan dan pengawetan susu. Hasil dari pelatihan untuk meningkatkan taraf hidup Peternak dapat dikatakan belum tercapai.

Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa faktor yang mendukung keberhasilan pelatihan adalah pelaksanaan manajemen pelatihan yang sempurna dalam arti bahwa fungsi-fungsi manajemen harus saling terkait antara satu fungsi dengan fungsi lainnya sehingga tidak terdapat pelaksanaan pelatihan yang tidak sesuai dengan perencanaannya juga pelaksanaan fungsi evaluasi yang tidak memberikan informasi kepada manajemen.

 

Keyword : manajemen diklat teknologi pengolahan susu

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.