Pengaruh Intensitas Penggunaan Instagram Terhadap Timbulnya Sindrom Body Dismorphic Disorder di Kalangan Remaja Putri

Yulita Tri Anggrahini, Rima Yuli Saputri, Umi Safitri

Abstract

Instagaram menjadi salah satu media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini. Sebagian besar pengguna aktif Instagram adalah anak – anak muda atau milenial, dan lebih dari setengah pengguna Instagram di Indonesia merupakan perempuan. Tingkat intensitas dalam penggunaan Instagram tentunya akan menimbulkan berbagai efek samping bagi kehidupan penggunannya. Konten – konten yang sering muncul dan dilihat di Instagram tentunya akan mempengaruhi pola pikir penggunanya. Seperti konten yang berisi kecantikan dan kebugaran tubuh akan mendorong kemunculan ‘beauty standar’. Standar ini akan mempengaruhi citra tubuh atau cara seseorang memandang tubuhnya. Citra tubuh yang buruk atau negatif bisa memicu timbulnya berbagai macam gangguan psikologis salah satunya sindrom body dismorphic disorder (BDD). Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk menemukan seberapa jauh  hubungan antara tingkat intensitas penggunaan Instagram dan kemunculan sindrom body dismorphic disorder pada remaja putri. Penelitian ini dilakukan dengan 200 responden remaja putri berusia 15 – 20 tahun. Setelah melakukan pengolahan data, peneliti menemukan fakta bahwa tingkat hubungan antara intensitas penggunaan Instagram dan kemunculan sindrom BDD adalah sebesar 15%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa remaja putri yang aktif menggunakan media sosial instagram memiliki resiko untuk terkena sindrom body dismorphic disorder sebesar 15% lebih tinggi daripada yang tidak aktif menggunakan instagram.

 

Full Text:

PDF

References

 Adhitas, F. B. 2018, 02 12. dominasi penggunaan internet kebanyakan untuk chatting dan media sosial . Retrieved from IDN TIMES:https://www.idntimes.com/news/indonesia/fitangadhitia/millennials-dominasipenggunaan-internet-kebanyakan-untuk-chattingdan-media-sosial-1/full

 https://sensortower.com/ios/publisher/instagram-inc/389801255, 2020

 Croll, Jilan. 2005. Body Images and Adolescents. Dalam Jamie Stang & Mary Story. (penyunting), Guidenlines for Adolescent Nutrition Service. Minnepolis: University of Minnesota.

 Ruslan, Rosady. 2004. Penelitian Public Relation dan Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

 Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan Metode Dan Pradigma Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 Ghozali, I. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.

 Ibid

 Dittmar, Helga. 2009. How do "Body Perfect" Ideals in the Media have a Negative Impact on Body Image and Behaviors? Factors and Processes Related to Self and Identity. UK: University of Sussex.

 Sumadiria, A.S. Haris. 2014. Sosiologi Komunikasi Massa. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

 Umar, M. 2000. Selendang Merah: Pilihan Cerpen. Jakarta: Grasindo.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.