Peran Kelembagaan dan Kearifan Lokal dalam Pengembangan Kawasan Hortikultura di Desa Senden Kabupaten Boyolali

Tirani Komala Dewi, Eny Lestari, Agung Wibowo

Abstract

Pengembangan kawasan hortikultura bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak terlepas dari peran kelembagaan dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelembagaan dalam pengembangan kawasan hortikultura. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dikarenakan meliliki lahan subur dan berpotensi untuk pengembangan kawasan hortikultura. Penelitian dilakukan pada bulan Januari tahun 2020 dengan 13 informan yang terdiri dari penyuluh dan pengurus anggota kelompok tani di Desa Senden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis berupa (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, dan (3) Penarikan kesimpulan atau Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh bersama kelompok tani sebagai wadah petani untuk bertukar pengetahuan, transfer teknologi dan informasi, sehingga para petani dapat meningkatkatkan pendapatan mereka. Beberapa bentuk pengabdian yang telah terealisasikan antara lain pelatihan pembuatan pupuk dan pengolahan pasca panen, memfasilitasi petani untuk bermitra dengan pihak ketiga, serta mengelola agrowisata komoditas sayuran

Full Text:

PDF

References

Badan Pusat Statistik, 2019. Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Mei 2019. No. 48/06/Th.XXII. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Badan Pusat Statistika Boyolali. 2019. Kabupaten Boyolali dalam angka tahun 2019. https://boyolalikab.bps.go.id/statictable/2018/11/15/168/luas-panentanaman-sayuran-menurut-kecamatan-dan-jenis-sayuran-di-kabupaten-boyolali2017. html. Diakses 28 November 2020.

Nugroho. 2001. Negara, Pasar, dan Keadilan Sosial. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Firmansyah, Gantika, dan Ali. 2007. Dinamika Hutan Nagari Ditengah Jaring-Jaring Hukum Negara. Penerbit Huma, Jakarta.

Permana, Cecep Eka. 2010. Kearifan Lokal Masyarakat Baduy Dalam Mengatasi Mitigasi Bencana. Wedatama Widya Sastra, Jakarta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bandung (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta, Bandung.

Mubyarto. 1976. Pengantar Ekonomi Pertanian. Penerbit LP3ES, Jakarta.

Hanafie, Rita. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Sutarto dan Padmaningrum. 2014. Peran Kelembagaan Lokal Dalam Membangun Model Integrated Farming System di Sub Das Samin Kabupaten Karanganyar. Laporan Akhir Hibah Insentif Start Up.

Tarmizi, Rahmadi. 2018. Konseling Multibudaya dan kearifan lokal Suku Karo Sumatera Utara dengan Pendekatan Realitas. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling. 2: 435 – 444.

Magdalia, Alfian. 2013. Potensi Kearifan Lokal Dalam Pembentukan Jati Diri Dan Karakter Bangsa. Prosiding The 5th Internasional Conference On Indonesian Studies: Ethnicity And Globalization.

Langerodi, M.C. 2013. Famers’ Empowerment Indicators Modeling In Mazandaran Province, Iran. Internasional Journal Agricultural And Crop Sciences. 5: 769- 776.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.