Kajian Kuat Lekat Beton Memadat Mandiri Mutu Tinggi dengan Metakaolin 12,5% dan Variasi Agregat Limbah Pecahan Keramik

Wibowo Wibowo, Endah Safitri, Dinda Imas Nurdhyanti

Abstract

Pelaksanaan konstruksi berkelanjutan berkaitan erat dengan adanya teknologi beton, sehingga perlu dikembangkannya penelitian inovasi beton yang memiliki mutu tinggi dan memiliki kemampuan mengalir yang baik dalam melewati tulangan namun tetap ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek subtitusi metakaolin dan variasi agregat limbah pecahan keramik pada kualitas beton memadat mandiri mutu tinggi khususnya kuat lekat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Metakaolin berperan sebagai bahan subtitusi semen sedangkan agregat limbah pecahan keramik berperan sebagai bahan subtitusi agregat kasar. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berupa kubus dengan panjang sisi 15 cm serta tulangan ulir diameter 10 mm. Uji kuat lekat dilaksanakan pada beton berumur 28 hari dengan cara menarik tulangan serta mencatat beban dan displacement yang terbaca pada Universal Testing Machine (UTM) dan sensor LVDT yang disambungkan pada alat digital load meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metakaolin dan subtitusi agregat kasar dengan agregat limbah pecahan keramik mampu meningkatkan mutu beton. Penggantian variasi agregat limbah pecahan keramik dengan kadar 0%; 20%; 30%; dan 40% menghasilkan nilai kuat lekat berturut-turut 5,14 MPa; 8,03 MPa; 7,56 MPa; dan 5,73 MPa. Kuat lekat beton semakin menurun seiring bertambahnya subtitusi agregat limbah pecahan keramik saat melebihi penggantian kadar agregat limbah pecahan keramik sebanyak 20%.

References

American Society for Testing and Material, 1991, "ASTM C-234-91a : Standard Test Method for Comparing Concretes on the Basis of the Bond Developed with Reinforcing Steel".

Awoyera, P.O., Ndambuki, J.M., Akinmusuru, J.O. and Omole, D.O., 2018. Characterization of ceramic waste aggregate concrete. HBRC journal, 14(3), pp.282-287.

Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, 1971, "Peraturan Beton Bertulang Indonesia".

Lee, B.X., Kjaerulf, F., Turner, S., Cohen, L., Donnelly, P.D., Muggah, R., Davis, R., Realini, A., Kieselbach, B., MacGregor, L.S. and Waller, I., 2016. Transforming our world: implementing the 2030 agenda through sustainable development goal indicators. Journal of public health policy, 37(1), pp.13-31.

Magbool, H.M., 2022. Utilisation of ceramic waste aggregate and its effect on Eco-friendly concrete: A review. Journal of Building Engineering, 47, p.103815.

Passos L., JĂșnior A, Fernandes B & Costa C, 2019, "Bond Between Steel and Concrete Made With Ceramic Waste Aggregate", Revista Escola de Minas International Engineering Journal. Vol. 72 No. 1, pp. 31-37.

Raval, A.D., Patel, D.I.N. and Pitroda, P.J., 2013. Ceramic waste: Effective replacement of cement for establishing sustainable concrete. International Journal of Engineering Trends and Technology (IJETT), 4(6), pp.2324-2329.

Standar Nasional Indonesia, 2002," SNI 03-6468-2002 : Tata Cara Perencanaan Campuran Tinggi Dengan Semen Portland Dengan Abu Terbang".

The European Federation of Specialist Construction Chemicals and Concrete Systems, 2005, "The European Guidelines for Self-Compacting Concrete: Specification, Production, and Use".

Widyawati, R., 2011, "Studi Kuat Tekan Beton Beragregat Ramah Lingkungan". Jurnal Rekayasa, Vol. 15 No. 3 Des, pp. 217-224.

Winter G & Nilson A, 1993, "Perencanaan Struktur Beton Bertulang", Pradnya Paramitha. Jakarta.

Zareei S, Ameri F, Bahrami N, Shoaei P, Muesaeei H & F. N. (2019). "Green High Strength Concrete Containing Recycled Waste Ceramic Aggregates", Journal of Building Engineering. Vol. 26 Apr, pp. 1-13.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.