Analisis Emisi GRK dengan metode LCA pada Pekerjaan Konstruksi Jembatan Simpang Susun Rangkasbitung

Alif Kurnia W., Fajar Sri Handayani, Ary Setyawan

Abstract

Struktur jembatan sering digunakan dalam simpang susun, simpang susun sendiri adalah struktur penting yang digunakan untuk keluar masuk kendaraan di jalan bebas hambatan. Namun masih sangat sedikit orang yang peduli terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari suatu pekerjaan konstruksi. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unit proses yang berpotensi menghasilkan GRK, menemukan unit proses dengan emisi GRK tertinggi, serta mencari metode alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi emisi GRK yang dikeluarkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Life Cycle Assesment (LCA). Penelitian ini menggunakan 2 sumber data, yaitu data primer yang merupakan hasil dari penelitian dilapangan, serta data sekunder yang didapatkan dari PT. PP serta database Ecoinvent. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 38 unit proses yang berpotensi menghasilkan GRK dalam pembangunan jembatan simpang susun Rangkasbitung dengan total emisi GRK yang dihasilkan adalah sebanyak  234.946,3 KgCO2e, dengan unit proses dengan emisi GRK tertinggi adalah produksi semen, dengan emisi GRK yang dihasilkan yaitu sebanyak 95552,33 KgCO2e (40,66%). Metode 2 yang menggunakan metode cor ditempat menghasilkan emisi GRK sebesar  202633,73 KgCO2e yang mana  13,75% lebih sedikit dari pada emisi GRK yang dihasilkan menggunakan metode 1 (precast)

References

Change, I.P.O.C., 2007. Climate change 2007: The physical science basis.

Erlan, A., 2016, “Perhitungan Emisi Karbon dan Kecukupan Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Kampus”, Seminar Nasional Maritim, Sains, dan Teknologi Terapan 2016 Vol. 1.

Handayani F S, Pramesti F P, Wibowo M A, & Setyawan A, 2019, “Estimating and Reducing the Release of Greenhouse Gasses in Local Road Pavement Constructions”, International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology. Vol. 9 No. 5.

Hermawan, Marzuki P F, Abduh M & Driejena R, 2013, “Peran Life Cycle Analysis (LCA) pada Material Konstruksi dalam Upaya Menurunkan Dampak Emisi Karbon Dioksida pada Efek Gas Rumah Kaca”, Konferensi Nasional Teknik Sipil 7.

Intara, I.W., 2017. Pembangunan Jembatan Labuan Sait–Suluban yang Ramah Lingkungan. Logic: Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi, 17(1), pp.16-25.

Lutfie, M., 2018, “Studi Kasus Jalan Poros Malino”, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.

Marpaung, R., 2014, “Perbandingan CO2 Menggunakan Beton dan Aspal (Studi Kasus Rekonstruksi Jalan Nasional Provinsi Riau)”. Jurnal Sosek Pekerjaan Umum. Vol. 6 No. 3 Nov.

Mulia, L., 2019, “Estimasi Emisi CO2 Pada Pekerjaan Perakitan Baja Tulangan dengan Ruang Lingkup Gate to Install”, G-Smart Jurnal Teknik Sipil Soegijapranata Semarang. Vol. 3 No. 2.

Nurdjanah, N., 2015, “ Emisi CO2 Akibat Kendaraan Bermotor di Kota Denpasar”, Jurnal Penelitian Transportasi Darat. Vol. 17. No. 1.

Pramana, T., 2017, “Evaluasi Waste dan Carbon Footprint dalam Konsep Green Construction Pekerjaan Beton Ready Mix Proyek Konstruksi Gedung”, Jurnal Karya Teknik Sipil, Vol. 6 No. 1.

Rasyid, M., 2020, “Analisis Produktifitas Dan Efisiensi Pekerjaan Pengecoran Pelat Lantai, Balok, Dan Kolom Menggunakan Concrete Bucket dan Concrete Pump Pada Gedung Bertingkat”, Institut Teknologi PLN.

Setiawati, A., 2015, “Kuantifikasi Emisi Gas CO2 Ekuivalen Pada Konstruksi Jalan Perkerasan Kaku, Jurnal Karya Teknik Sipil. Vol. 4, No. 1.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.