PENGARUH CURING AIR LAUT PADA BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI DITINJAU TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE

Pricillia Mindrasari, Kusno Adi Sambowo, Achmad Basuki

Abstract

Waterfront city merupakan suatu gagasan pembangunan yang mulai banyak diterapkan di negara-negara maritim termasuk Indonesia.Penggunaan beton di Indonesia tidak lepas dari bangunan-bangunan di tepi pantai ataupun bangunan air yang sering digunakan yaitu beton precast yang sering digunakan pada konstruksi dermaga (pier,jetties), landasan pacu pesawat di tepi pantai, mercusuar ataupun jembatan sebagai penghubung antar pulau. Adanya inovasi baru dengan menggunakan bahan tambah abu sekam padi yang berguna untukmengembangkanjenis material bahanbangunan yang bertujuan agar didapat betonyang berkualitas tinggi, ramah lingkungan, ekonomis, tahan lama, dan mudah dalam pengerjaannya. Pada analisis pengujian XRF abu sekam padi,diperoleh kandungan terbesar yaitu SiO2 yaitu sebesar 82,59%, yang mana menunjukkan bahwa kandungan silica yang ada pada abu sekam padi sangatlah besar. Hal ini bisa meningkatkan mutu kuat tekan beton. Metode penelitian yang dilakukan pada perawatan (curing)terhadap benda uji yaitu dengan merendam benda uji pada air normal diam dan air laut yang dalam keadaan bergeraksampai berumur28 hari dengan pelepasan bekisting selama 1 hari setelah cor. Pada prosescuring, air laut dan air normaldiberi gelombang menggunakan alat abrasi buatan (power liquid filter).Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan bahan tambah abu sekam padi pada beton mutu tinggi mempengaruhi nilai kuat tarik belah dan modulus of rupture dimana akan meningkat hingga kadar 15% dari berat semen dan menurun pada kadar 20% dari berat semen. Reaksi kalsium klorida (CaCl2) yang terkandung dalam air laut menyebabkan kuat tarik belah dan modulus of rupture beton meningkat lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan air tawar pada umur yang sama.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.