PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP UJI KUAT GESER TANAH LEMPUNG TANON

Mochamad Syarifudin, Noegroho Djarwanti, Niken Silmi Surjandari

Abstract

Tanah Tanon di desa Jono kecamatan Tanon merupakan tanah yang bermasalah.Hal ini dapat dilihat pada tanah, antara lain retak-retak dan keras pada musim kemarau sedangkan pada musim hujan tanah bersifat lembek, lengket, sehingga daya dukungnya menjadi rendah.Daya dukung tanah dipengaruhi oleh parameter kohesi (c) dan sudut gesek dalam (?).Stabilisasi tanah bertujuan untuk meningkatkan sifat teknis tanah.Pemanfaatan abu ampas tebu (AAT) sebagai bahan stabilisasi diharapkan dapat mengurangi limbah pabrik gula, meningkatkan nilai ekonomis AAT dan memperbaiki sifat teknis tanah.Penelitian ini menggunakan AAT sebagai bahan stabilisasi dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Selanjutnya dilakukan pengujian Triaxialunconsolidated undrained (UU) untuk mencari nilai c dan ? dan persamaan empiris Terzaghi untuk mencari nilai daya dukung ultimate pada tanah lempung.Hasil penelitian Triaxial UU menunjukan bahwa nilai kohesi (c) akan semakin menurun seiring bertambahnya AAT dari 123,303 kN/m2 pada tanah asli menjadi 42,565 kN/m2 pada penambahan AAT 20%. Nilai sudut gesek dalam mengalami peningkatan pada penambahan AAT 5% yaitu dari 28,3580 pada tanah asli menjadi 35,5870 pada penambahan AAT 5%. Nilai daya dukung ultimate (qu) mengalami peningkatan pada penambahan AAT 5% yaitu dari 4515,744 kN/m2 pada tanah asli menjadi 4951,622 kN/m2 pada penambahan AAT 5%.Nilai qu maksimum diperoleh pada penambahan AAT 5%.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.