PERUBAHAN KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG BERSERAT ALUMINIUM PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR

Tandya Afilda Milad, Antonius Mediyanto, Mukahar Mukahar

Abstract

Masih banyaknya gedung yang dipergunakan kembali setelah mengalami kebakaran maka diperlukan penelitian untuk memulihkan kerusakan material penyusun yang terjadi pada elemen-elemen struktur bangunan. Salah satu cara pemulihan kekuatan struktur pasca bakar ialah perawatan yang dilakukan dengan perendaman air. Adanya inovasi baru penggunaan agregat kasar pecahan genteng sebagai pengganti kerikil dan penambahan serat aluminium agar beban struktur itu sendiri menjadi lebih kecil dan beton memiliki nilai kuat tarik yang lebih besar daripada beton normal. Metode penelitian yang dilakukan pada perawatan (curing) terhadap benda uji pasca bakar yaitu dengan merendam benda uji selama 28x24 jam, 42x24 jam, dan 56x24 jam. Pada proses curing, CSH yang terdekomposisi saat benda uji terbakar akan berangsur-angsur pulih kembali dengan terisinya H2O yang sempat menguap pada saat pembakaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan bahan tambah serat aluminium mempengaruhi kekuatan beton dengan nilai peningkatan maksimum untuk nilai kuat tarik belah 27,66 % dan modulus of rupture 16%. Pada saat benda uji dibakar sempat terjadi penurunan kekuatan setelah perawatan perendaman air beton pasca bakar kekuatannya terus meningkat, peningkatan maksimum terjadi pada umur perendaman 56x24 jam 32,56% untuk kuat tarik belah beton normal, 17,31% untuk kuat tarik beton serat aluminium, 56,00% untuk modulus of rupture beton normal, dan. 37,93% untuk modulus of rupture beton serat aluminium.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.