EVALUASI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP), SERTA BREAK EVEN POINT (BEP) BUS BATIK SOLO TRANS (STUDI KASUS KORIDOR 3)

Priyandi Murwandono, Slamet Jauhari Legowo, Amirotul Musthofiah Mufidah

Abstract

Tarif sangat berpengaruh terhadap kelangsungan operasi angkutan umum karena dapat mengakomodasi kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. Angkutan bus Batik Solo Trans merupakan angkutan bus kota yang saat ini sedang digalakkan pengoperasiaannya. Bus Batik Solo Trans ini diharapkan dapat menjadi idaman angkutan bus kota di daerah Surakarta. Data penelitian dibagi menjadi 2, yaitu data primer dan data sekunder. Data di dapat dengan survei jumlah penumpang on board dan penyebaran kuisioner kepada pengguna angkutan bus Batik Solo Trans koridor 3 dan wawancara dengan awak bus Batik Solo Trans koridor 3, kemudian data di analisis untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) berdasarkan 3 metode (Dephub, DLLAJ, FSTPT) dan mengetahui daya beli penumpang dari kemampuan (Ability To Pay/ATP) dan kemauan (Willingness To Pay/WTP) untuk membayar tarif bus kota, serta analisis Break Even Point. Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK menurut metode Dephub Rp. 1.014,72, metode DLLAJ Rp. 1.014,72, metode FSTPT Rp. 434,46 dengan sistem setoran sedangkan pada sistem normal terdapat kenaikan sebesar 198,39%. Berdasarkan ATP sebesar Rp 2.952,98 untuk kategori umum dan Rp. 2.786,29 untuk kategori pelajar. Besarnya nilai WTP sebesar Rp. 2.316 untuk kategori umum dan Rp 2.052 untuk kategori pelajar. BEP berdasarkan load factor pada hari kerja sebesar 36,2% dan pada hari libur sebesar 29,8% sistem setoran, terdapat selisih sebesar 3,35% pada sistem normal. Jumlah armada yang dibutuhkan untuk mencapai BEP pada sistem setoran sebesar 35 armada (hari kerja dan hari libur), terdapat selisih sebesar 4 armada pada sistem normal. Selain itu, waktu bus untuk mencapai BEP pada sistem setoran adalah 7,3 tahun dan sistem normal membutuhkan waktu 1,9 tahun. Tarif yang berlaku saat ini lebih besar daripada tarif berdasarkan BOK, ATP dan WTP. Diperlukan adanya evaluasi tarif dari pemerintah agar menarik minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi utama. Diharapkan tarif yang telah di evaluasi sesuai dengan BOK, kemampuan dan kemauan penumpang. Pemerintah diharapkan terus berinovasi dalam memberikan kebijakan dan perbaikan pelayanan serta fasilitas angkutan umum agar nilai load factor yang saat ini dapat meningkat dan menarik minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.