STUDI KARAKTERISTIK DASPAL MODIFIKASI DENGAN BAHAN GETAH DAMAR, FLY ASH, MINYAK GORENG DAN LATEKS DIBANDINGKAN DENGAN ASPAL PENETRASI

Aroman Karsensyah Soniel Zai, Djumari Djumari, Ary Setyawan

Abstract

Daspal ialah salah satu alternatif bioaspal, terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperbaharui sebagai pengganti aspal konvensional. Daspal terinspirasi dari jabung yang terbuat dari getah damar, serbuk batu bata dan minyak goreng. Jabung memiliki kesamaan karakter dengan aspal konvensional. Penelitian karakteristik jabung telah dilakukan oleh Muchammad Fachri Nasution namun masih terdapat kekurangan yaitu nilai titik lembek dan daktilitas yang tidak memenuhi syarat. Pada penelitian ini serbuk batu bata akan digantikan fly ash karena fly ash memiliki butiran lebih halus sehingga dapat menjadi absorben yang lebih baik atau pengikatan pada kotoran yang leih baik. Getah damar akan berperan sebagai resin alami daspal, minyak goreng akan menjadi pelarut campuran. Penggunan polimer tambahan juga dilakukan yaitu dengan penembahan lateks, diharapakan dapat memperbaiki keelastisan daspal dalam uji daktilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat properties daspal modifikasi sesuai dengan spesifikasi pengujian aspal penetrasi dan mencari komposisi optimal daspal. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian di laboratorium. Pada penelitian kali ini yang menjadi komposisi dasar dari damar yaitu damar (100gr damar murni atau bongkahan + 350gr damar kemasan atau bubuk), serbuk fly ash (150gr) dan minyak goreng (205gr) dan lateks yang dicampurkan dengan cara dimasak pada suhu dibawah 150oC. Sedangkan variasi lateks dimulai dari 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Pengujian yang dilakukan ialah uji penetrasi, uji titik lembek, uji daktilitas, uji titik nyala, uji berat jenis, uji kelekatan dan uji kelarutan. Daspal modifikasi optimum pada campuran daspal damar (100gr damar murni atau bongkahan + 350gr damar kemasan), serbuk Fly Ash (150gr) ,minyak goreng (205gr), dan lateks 4% , nilai daktilitas 119,5 cm, nilai titik nyala 260 oC, penetrasi daspal 43 dmm, dan nilai berat jenis 0,97 gr/cm3. Daspal modifikasi ini tidak memenuhi spesifikasi dalam hal kelarutan daspal dalam larutan trichlore ethylene yaitu sebesar 95% tetapi memenuhi nilai kelekatan daspal pada batuan sebesar 99%. Dengan nilai optimum tersebut, daspal bisa dikategorikan seperti aspal pen 40.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.