PENGARUH UKURAN SPESIMEN TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE

Agus Setya Budi, Senot Sangadji, Fitria Rindang N. Insyiroh

Abstract

Fly ash merupakan limbah dari sisa pembakaran batu bara yang berbentuk partikel amorf yang penggunaannya di sunia konstruksi masih berkisar 10%-30%. Penggunaan fly ash dengan kadar minimal 50% sebagai pengganti semen disebut dengan High Volume Fly Ash Concrete (HVFAC). High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) merupakan perpaduan antara beton yang menggunakan kadar fly ash tinggi dan dapat memadat sendiri. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan variasi diameter 5 cm, 7,5 cm, dan 11 cm dengan masing - masing variasi tinggi 10 cm, 15 cm, dan 22 cm. Rancang campur yang digunakan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete menggunakan teknologi Self-Compacting Concrete (SCC) berdasar EFNARC Specification and Guidelines for Self-Compacting Concrete, 2002. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan ukuran spesimen benda uji silinder dengan rasio perbandingan diameter dan tinggi yang tetap akan menghasilkan karakteristik yang relatif hampir sama pada umur 28 hari. Dengan kuat desak HFVA-SCC lebih rendah dibanding beton normal, dengan rata-rata penurunan sebesar 20%. Penggunaan fly ash sebagai pengganti semen meningkatkan 8,5% nilai indeks toughness dibandingkan dengan beton normal. Daktilitas beton HVFA-SCC lebih tinggi 30% dibandingkan beton normal.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.