AGENSI PEREMPUAN DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT DI SURAKARTA (Studi Kasus tentang Agensi Perempuan di Kampung Sewu, Sangkrah, dan Semanggi, Kota Surakarta)

Irfiade Zarkasyi Talaththof, Siti Zunariyah

Abstract


ABSTRAK

Irfiade Zarkasyi Talaththof. D0315035. 2020. Agensi Perempuan dalam Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat. Skripsi. Program Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Kondisi geografis Indonesia termasuk dalam wilayah yang rawan dimana setiap wilayahnya memiliki risiko bencana yang beragam. Berbagai bencana sering terjadi seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan adanya kesiapsiagaan baik dalam pra-bencana maupun pasca-bencana dan untuk mencapai hal tersebut diperlukan akses dan kontrol terhadap sumber daya. Perempuan seringkali dipandang rendah oleh kaum lainnya dan dianggap sebagai kelompok yang lemah sehingga dianggap tidak memiliki kemampuan untuk tangguh terhadap berbagai macam kondisi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui agensi perempuan dalam kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Akar teori penelitian ini memakai teori strukturasi Anthony Giddens yang membahas mengenai dualitas yang saling berinteraksi yakni agen dan struktur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang memilih perempuan SIBAT sebagai informan kunci. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data dan dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan.

Tujuan akhirnya adalah bagaimana memastikan para perempuan  memiliki ketangguhan sehingga bisa hidup berdampingan dengan risiko bencana. Kemudian pertanyaan yang lebih jauh adalah seberapa jauh keagenan, bagaimana kelompok rentan menjadi bagian dari upaya mengelola risiko, atau bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan dan tekanan. Meskipun mereka berangkat dari jejaring komunitas informal (SIBAT) yang kuat baik secara keterbukaan informasi maupun proses manajemen bencana, hal tersebut dapat disebut sebagai bagian dari struktur yang memberi ruang bagi keagenan perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki agensi yakni melompat dari pandangan umum bahwa perempuan selama ini dianggap sebagai kelompok rentan dan sanggup memiliki kapasitas dalam menghadapi dalam berbagai kerentanan. Perempuan SIBAT mampu melakukan agensi dalam Reproduktif pada bidang ekologi, ekonomi, sosial, fisik, dan edukasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi agen mampu melompat menjadi agensi ketika para aktor melakukan perubahan. Faktor yang berpengaruh terhadap agensi perempuan dalam hal kesiapsiagaan ialah kesempatan dan motivasi, dukungan dan alasan keluarga, dan yang terakhir adalah partisipasi dan regenerasi. 

Kata kunci                                           : Perempuan, Agensi, Kerentanan, Kapasitas




DOI: https://doi.org/10.20961/jodasc.v1i1.40619

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Recent Issues