Transformasi Tradisi Sembogo pada Tata Rias Pengantin Jawa: Studi Kasus Komunitas Rias Paes Ayu Surakarta
Abstract
Tradisi sembogo merupakan salah satu prosesi dalam tata rias pengantin adat Jawa yang dilakukan oleh perias sembogo dengan meniupkan asap rokok ke bagian tertentu pada pengantin. Ritual ini dipercaya dapat memancarkan aura kecantikan dan memberikan keberkahan bagi pernikahan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sembogo mengalami transformasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan yang terjadi pada tradisi sembogo, faktor-faktor yang menyebabkan transformasi, serta dampaknya terhadap tata rias pengantin Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus Komunitas Rias Paes Ayu di Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembogo mengalami pergeseran dari praktik tata rias pengantin Jawa menjadi wacana budaya yang lebih sering diajarkan dalam seminar atau kursus rias dibandingkan dipraktikkan langsung dalam pernikahan. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi transformasi ini meliputi perubahan pola pikir terhadap konsep kecantikan, pergeseran gaya hidup yang lebih efisien, meningkatnya religiusitas, pengaruh globalisasi dan media sosial, serta perubahan lingkungan sosial yang semakin modern. Dampaknya, praktik sembogo semakin jarang dilakukan dalam pernikahan adat Jawa, profesi perias sembogo beralih lebih kepada edukasi dan pelestarian budaya, serta tata rias pengantin lebih banyak mengadopsi tren riasan modern tanpa ritual adat. Transformasi ini menunjukkan bahwa tradisi budaya dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa sepenuhnya kehilangan makna simboliknya.
Full Text:
PDFReferences
Anto, R. P., Nur, N., Yusriani, Y., Ardah, F. K., Ayu, J. D., Nurmahdi, A., ... & Putra, M. F. P. (2024). Metode penelitian kualitatif: Teori dan penerapannya. Penerbit Tahta Media.
Arfina, Y. (2023). Tantangan Globalisasi Terhadap Keberagaman Budaya: Suatu Pendekatan Sosio-Politik. literacy notes, 1(2).
Ariwibowo, A. S. (2021). Mitos Perkawinan Di Desa Mlilir Perspektif Teori Fungsionalisme Struktural Emille Durhim (Doctoral dissertation, IAIN KEDIRI).
Azhari, Y. A., & Basri, B. (2018). Perubahan Tradisi Jawa”(Studi Tentang Upacara Adat Pelaksanaan Perkawinan Suku Jawa di Kepenghuluan Harapan Makmur Kecamatan Bagan Sinembah Raya Kabupaten Rokan Hilir) (Doctoral dissertation, Riau University).
Bappenas. (n.d.). Goal 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Diakses pada 17 November 2024, dari https://sdgs.bappenas.go.id/17-goals/goal-11/
Charon, Joel M. (2007). Symbolic Interactionism: An Introduction, An Interpretation, An Integration. 9th Edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., ... Waris, L. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.
Permatasari, A. F., & Wijaya, M. (2017). Perubahan perilaku masyarakat Jawa dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan di kota Surakarta. Jurnal Analisa Sosiologi, 6(1).
Ritzer, G. & Goodman, J.D. Teori Sosiologi Modern, terj. Alimandan. Jakarta: Prenada Media, 2005.
Soeprapto, Riyadi. 2002. Interaksi Simbolik, Perspektif Sosiologi Modern. Yogyakarta: Averrpes Press dan Pustaka Pelajar.
DOI: https://doi.org/10.20961/jodasc.v8i2.100533
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

