SOLIDARITAS KELOMPOK TANI TEMBAKAU DALAM MENINGKATKAN MODAL SOSIAL YANG BERKELANJUTAN

Nur Safira Jihan Safitri

Abstract

This research focuses on how the solidarity pattern of tobacco farmer groups in Lamuk Hamlet, Temanggung Regency in increasing the role of sustainable social capital. Where in developing tobacco farming, it is necessary to strengthen groups, especially in the current digital era which makes solidarity less and less. The goal is to reveal how efforts to strengthen the solidarity of tobacco farmer groups to increase sustainable social capital in supporting agricultural activities and agricultural development so as not to create a digital divide. The approach used by Durkheim theory of solidarity and James Scotts theory of moral economy. The research method uses a case study approach. The location taken is in Lamuk Hamlet, Legoksari Village, Tlogomulyo District, Temanggung Regency. The research informants used purposive sampling. Data collection techniques used online interviews, while data analysis was done by reducing data, displaying data, and drawing conclusions. Research indicates that group solidarity plays an important role in increasing the social capital. This can be seen from the tobacco farmer groups in Lamuk Hamlet in developing their farming businesses promoting social networks as a strategy to face the problem of digital division. This social network will create a condition in which farmers have a sense of togetherness and the emergence of a reciprocal marketing actor.

 

Keywords: Solidarity, Farmer Groups, Social Capital

 

Abstrak

Penelitian ini memfokuskan bagaimana pola solidaritas kelompok petani tembakau di Dusun Lamuk, Kabupaten Temanggung dalam meningkatkan peran modal sosial yang berkelanjutan. Dimana dalam mengembangkan usaha tani tembakau diperlukan adanya penguatan kelompok terutama pada era digital saat ini yang membuat solidaritas semakin berkurang. Tujuannya untuk mengungkapkan bagaimana upaya mengukuhkan solidaritas kelompok tani tembakau untuk meningkatkan modal sosial berkelanjutan dalam mendukung kegiatan pertanian dan pengembangan usaha tani agar tidak terciptanya kesenjangan digital. Pendekatan yang digunakan teori Durkheim mengenai solidaritas dan James Scott tentang ekonomi moral. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi yang diambil berada di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Informan penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan interview secara daring, sedangkan analisis data dengan mereduksi data, mendisplay data, dan menarik kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa solidaritas kelompok sangat berperan penting dalam meningkatkan modal sosial. Ini terlihat kelompok tani tembakau di Dusun Lamuk dalam mengembangkan usaha tani nya mengedepankan jaringan sosial sebagai strategi menghadapi permasalahan kesenjangan digital. Jaringan sosial tersebut akan memunculkan suatu kondisi dimana petani memiliki rasa kebersamaan serta munculnya hubungan timbal balik disetiap pelaku pemasaran tembakau.

Kata Kunci: Solidaritas, Kelompok Tani, Modal Sosial

Full Text:

PDF

References

Adekoya AE. 2007. Cyber extension communication: A strategic model for agricultural and rural transformation in Nigeria. International journal of food, agriculture and environment

(1): 366-368.

M. Anwas, O. 2011. Kompetensi Penyuluh Pertanian Dalam Memberdayakan Petani. Jurnal Matematika Sains Dan Teknologi 12(1): 46-55. Retrieved at November 4, 2020 (http://jurnal.ut.ac.id/index.php/jmst/article/view/509).

Prayoga, Khadung dkk. 2019. Menakar perubahan Sosio-Kultural Tani Akibat Miskonsepsi Modernisasi Pembangunan Pertanian. Jurnal SOCA 13(1): 96-114.

Sharma, P.V. 2006. Cyber Extension: Information and Communication Technology (ICT) Applications for Agricultural Extension Service Challenges, Oppurtunities, Issues and Strategies. Enhancement of Extension System in Agriculture. APO.

Trisnanto, Teguh Budi. 2017. Membangun Modal Sosial Pada Gapoktan Sumber Makmur. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. 30 (1) : 59-67. Retrieved at November 4, 2020 (https://media.neliti.com/media/publications/149718-ID-membangun-modal-sosial-pada gabungan-kel.pdf).

Widiyanto, dkk. 2010. Strategi Nafkah Rumah Tangga Petani Tembakau Di Lereng Gunung Sumbing: Studi Kasus di Desa Wonotirto dan Desa Campursari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Sodality:Jurnal Sosiologi Pedesaan. 4(1): 91-114

Apriantono, A. 2006. Pembangunan Pertanian di Indonesia. Deptan.

Bourdieu, P. 1986. “The Forms of Capital” dalam Handbook of Theoty and Research for the Sociology of Education, John G. Richardso. New York: Greenword Press.

Cohen, S dan Prusak L. 2001. In Good Company: How Social Capital Makes Organization Work. London: Harvard Business Press. Retrieved at November 5, 2020 (http://www.andreabiancalani.it/InGoodCompany.pdf)

Lawang, Robert. 1994. Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.