PERAN JARINGAN KEMANUSIAAN JAWA TIMUR DALAM PENDIDIKAN NON FORMAL BAGI ANAK BANGSA DI KOTA MALANG

Hamida Zama Rahmatillah, Anis Khoirun Nisa, Yudha Rachmatullah

Abstract

Anak Bangsa is a call for children in the JKJT (Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur) community, where is anak bangsa once lived on the streets. Aanak bangsa actually have good potential to be developed in a positive direction. This community is interesting to study because in it has a unique and prospective contribution in improving the welfare of anak bangsa. This research was conducted in Jalan Blitar, Malang City. This research uses descriptive qualitative participatory. The theory used is the theory of social participation in the concept of community development which according to Jim Ife that the more people who become participants and active, the more proportionate in terms of community ownership and development and inclusive developments will be realized. The other theories used are the stigma theory from Erving Goffman and social construction theory by Peter L Berger & Luckman. The results obtained are based on research conducted on JKJT, namely: anak bangsa in JKJT were previously stigmatized by the community and with the existence of JKJT, anak bangsa have been contracted not to return to the streets but have participated in more positive activities, JKJT has contributed empowerment, advocacy, and also education for anak bangsa, as well as providing training in the form of soft skills and hard skills (such as photography, educators in the learning community actively learning, providing opportunities for the anak bangsa to join volunteering in disaster mitigation, making vendor construction, committee training ) and character education which all of these things have a goal that is to achieve prosperity for anak bangsa.

 

Keywords: Anak Bangsa, JKJT, Malang City

 

Abstrak

Anak bangsa merupakan panggilan untuk anak-anak yang berada di komunitas JKJT (Jaringan kemanusiaan Jawa Timur), dimana anak bangsa dahulu pernah tinggal di jalanan. Anak bangsa bangsa ini sebenarnya memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan kearah yang positif. Komunitas ini menarik untuk diteliti karena di dalamnya memiliki kontribusi yang unik dan prosepektif dalam meningkatkan kesejahteraan bagi anak bangsa. Penelitian ini dilakukan di Jalan Blitar, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif partisipatoris. Teori yang digunakan yaitu teori partisipasi sosial dalam konsep development community yang mana menurut Jim Ife bahwa semakin banyak orang yang menjadi partisipan dan aktif maka akan semakin proporsional dalam  hal kepemilikan dan pengembangan masyarakat serta pengembangan-pengembangan inklusif yang akan direalisasikan. Adapun teori lain yang digunakan yaitu teori stigma dari Erving Goffman dan teori kontruksi sosial oleh Peter L Berger & Luckman. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada JKJT yaitu: Anak bangsa di JKJT dahulu mendapat stigma yang buruk oleh masyarakat dan dengan adanya JKJT, anak bangsa telah dikontruksi untuk tidak kembali turun ke jalan namun sudah berpartisipartisipasi pada kegiatan yang lebih positif, JKJT memiliki kontribusi pemberdayaan, pengadvokasian, dan juga pendidikan bagi anak bangsa, serta memberikan pelatihan berupa soft skill maupun hard skill (seperti:  fotografi, tenaga pendidik di komunitasbimbel giat belajar, memberikan kesempatan bagi anak bangsa untuk bergabung menjadi relawan mitigasi bencana, pembuatan kontruksi vendor, latihan kepanitiaan) dan pendidikan karakter yang mana semua hal ini memiliki tujuan yaitu demi tercapainya kesejahteraan bagi anak bangsa.

 

Kata kunci : Anak Bangsa, JKJT, Kota Malang.

Full Text:

PDF

References

Adi, A. S. (2015). Pemberdayaan Anak Jalanan Di Surabaya Oleh Komunitas Save Street Child Surabaya (Sscs). Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 2(3), 545-559.

Al Rosit, M. W. N. H.2015. Makna Pelatihan Bagi Anak Jalanan Dalam Program Pelatihan Keterampilan Otomotif Di Kota Malang. Jurnal Mahasiswa Sosiologi, 2(5).

Anugrawati, L. K. 2014. Konstruksi Modal Manusia Dan Performa Kualitas Hidup Anak Jalanan (Studi Kasus Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan Griya Baca Malang). Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 14(2).

Aribowo, Ibnu. 2009. Upaya Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Rumah Singgah Diponegoro Yogyakarta. Jurnal Kajian Sosiologi 3 (1): 35-53

Aribowo, Ibnu. 2009. Upaya Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Rumah Singgah Diponegoro Yogyakarta. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 3(1).

Basam, Fajri., & Amal, Amri. 2018. Sarjana (Sarana Belajar Anak Jalanan): Pemberdayaan Anak Jalanan Mandiri, Kreatif Dan Inovatif Melalui Pendidikan Kewirausahaan. Matappa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 18-22.

Bawana, Agustinus Tedja. 2015. Hanya Dengan Mata Hati Kita Mengerti. Diunduh Dihttps://Www.Jkjtindonesia.Com/Page-931085.Html. Diakses 10 November 2019

Buramare, M. Y., Yudiernawati, A., & Nurmaningsari, T.2017. Pengetahuan Anak-Anak Jalanan (Usia Sekolah) Berhubungan Dengan Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs). Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(2).

Frank, Tesoriero & Ife, Jim. 2006. Alternatif Pengembangan Masyarakat Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hidayat, Arif M., Ali Anwar & Noer Hidayah. 2017. Pendidikan Non Formal Dalam Meningkatkan Ketrampilan Anak Jalanan. Journal Of Islamic Religious Education 1 (1): 31-42

Maria, V. E. (2016). Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Program Pendidikan Kerohanian (Studi Pada Rumah Singgah Matahari Kota Surabaya). Jurnal Administrasi Publik, 4(12).

Ngalam.Co. 2016. Agustinus Tedja Bawana, Pendiri Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur. Diunduh Dihttps://Ngalam.Co/2016/09/07/Agustinus-Tedja-Bawana-Pendiri-Jaringan-Kemanusiaan-Jawa-Timur/). Diakses 10 November 2019

Putra, Fikriyandi., Hasanah, Desy., & Nuriyah, Eva.2015. Pemberdayaan Anak Jalanan Di Rumah Singgah. Share: Social Work Journal, 5(1).

Riyadi, Agus. 2016. Hubungan Konsep Diri Dengan Kenakalan Anak Jalanan Pada Rumah Singgah Putra Mandiri Semarang. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1), 23-34.

Rizzana, Syifia Dkk. 2013. Analisis Kebijakan Perlindungan Anak Jalanan Dalam Rangka Pengentasan Dari Segala Bentuk Eksploitasi (Studi Pada Dinas Sosial Kota Malang Dan Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan Griya Baca). Jurnal Administrasi Publik, 1(3), 174-182.

Setiawan, E. G., Wahyudi, C., & Jatmikowati, S. H. 2016. Pembinaan Anak Jalanan Melalui Home Shelter Griya Baca Kota Malang Sebagai Upaya Menuju Kota Layak Anak. Publisia (Jurnal Ilmu Administrasi Publik), 1(1).

Sinulingga, Ferdinan., & Hodriani.2015. Pemberdayaan Anak Jalanan Di Rumah Musik Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan Medan. Jppuma Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 3(1), 72-86.

Tirtaningtyas, F. N., & Fakhruddin, F. (2012). Pemberdayaan Anak Jalanan (Penelitian Deskriptif Pada Lsm Rumah Impian Di Kalasan Sleman). Journal Of Nonformal Education And Community Empowerment, 1(1).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.