HUBUNGAN ANTARA FANATISME PENGGEMAR BOYBAND KOREA (SUPER JUNIOR) DENGAN SOLIDARITAS SOSIAL DI KOMUNITAS E.L.F SURAKARTA

Esty Setyarsih

Abstract

This research was conducted to find out the correlation of fanaticism and social solidarity in E.L.F community, Surakarta. The methods of this research is quantitative. The result showes that there is correlation between fanaticism and social solidarity. First, the Spearman’s corellation coefficient show the value of 0.539 to test whether the value corellation coefficient 0.539 is significant or not the r table is being used, if the value of r-count > r table so that we can determine that H1 is being accepted and H0 is rejected, so there is significant corellation between  fanaticism and social solidarity in E.L.F community. The corellation coefficient of 0.539 show a positive corellation and strong relation. So that in this research we can conclude that there is a corellation between tow variables is strong, which means, the higher fanaticism, the higher social solidarity also, in the E.L.F community Surakarta. Second, high fanaticism makes a unity to form social solidarity in E.L.F community, Surakarta. The members of community helping each other within Super Junior fans as its base reasoning.  Third, one of the indicator that prove that the success of the relation is the level of fanaticism influence. In the Maslow's Hierarchy of Needs and the Emilie Durkheim’s Solidarity theory that the influence fanaticism can form social solidarity because of they have the same root, that is same interest this is baseline for helping each other. Needs of belonging, needs of so self esteem, and the actualization needs make the E.L.F community manifest its solidarity.

Keywords: Fanaticism, Super Junior, K-Pop.


Abstrak

Pertama, angka korelasi Spearman menunjukkan nilai rs (koefisien korelasi) sebesar 0,539, untuk menguji apakah dengan nilai korelasi sebesar 0,539 ada hubungan yang signifikan atau tidak digunakan r tabel, jika nilai rhitung > rtabel maka dikatakan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak jadi ada hubungan yang signifikan antara pengaruh fanatisme dengan solidaritas sosial di komunitas E.L.F Surakarta. Dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,539 menunjukkan bahwa koefisien korelasi yang positif dan kategori tingkat hubungan cukup kuat. Maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengaruh fanatisme dan solidaritas sosial di komunitas E.L.F Surakarta dengan kekuatan hubungan kedua variabel cukup kuat dan arah hubungan yang positif artinya jika pengaruh fanatisme tinggi maka semakin tinggi pula solidaritas sosial yang terjadi sesama anggota E.L.F Surakarta. Kedua, fanatisme yang besar menjadikan satu kesatuan dalam membentuk solidaritas sosial di komunitas E.L.F Surakarta. Para anggota saling tolong menolong sesama pecinta Super Junior. Ketiga, indikator yang menyatakan bahwa hal ini berhasil salah satunya adalah tingkat pengaruh fanatisme. Pada teori lima hierarki kehidupan yang dikemukakan Abraham Maslow dan teori solidaritas sosial Emilie Durkheim bahwa pengaruh fanatisme dapat membentuk solidaritas sosial dikeranakan berawal dari kesamaan suka pada suatu hal menjadikan sifat tolong menolong. Kebutuhan cinta kepemilikan, kebutuhan esteem, dan kebutuhan aktualisasi diri menjadikan sebuah komunitas E.L.F Surakarta lalu menciptakan solidaritas.

Kata Kunci: Fanatisme, Super Junior, K-Pop.


Full Text:

PDF

References

Arrozy, M. 2018. Perubahan Sosial Komunitas Masjid Jogokariyan Yogyakarta Tinjauan Sosiologi-Sejarah. Jurnal Analisa Sosiologi. 5 (1): 92-112

Beilharz. (2002). Teori- teori Sosial .Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Jalaluddin, R. (2007). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Johnson, P. D. (1981). Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Jakarta: Gramedia.

Mahendra, S. (2018). Keterkaitan Modal Sosial Dengan Strategi Kelangsungan Usaha Pedagang Sektor Informal Di Kawasan Waduk Mulur: Studi Kasus Pada Pedagang Sektor Informal Di Kawasan Waduk Mulur Kelurahan Mulur Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Analisa Sosiologi, 4(2).

Maslow. (1943) A Theory Of Human Motivation. Toronto: Ontario York University.

Munifah, S. (2018). Solidaritas Kelompok Minoritas Dalam Masyarakat (Studi Kasus Kelompok Waria Di Pondok Pesantren Waria Al Fatah Yogyakarta). Jurnal Sosiologi Agama, 11(1), 109-118.

Singarimbun, M., dan Effendi, S. (1982). Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

Soekanto, S. (1990). Sosiologi: SuatuPengantar. Jakarta: Rajawali.

Sugiyanto. (2004). Analisis Statistika Sosial. Malang: Bayumedia.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfaberta.

Suharsimi, A. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukardi, (2003). Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Prakteknya. Jakarta: BumiAksara.

Syani, A. (2014). Skematika, Teori, dan Penerapan (Cet. Keempat). Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Veeger, J. K. (1986). Realitas Sosial. Jakarta: Gramedia.

Walpole, R. E., dan Myers, R. H. (1995). Ilmu Peluang dan Statistka untuk Insinyur dan Ilmuwan. Bandung: ITB.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.