KAJIAN FILOSOFIS TENTANG KONSEP KEAdILAN dARI PEMIKIRAN KLASIK SAMPAI PEMIKIRAN MOdERN

Bahder Johan Nasution

Abstract

Abstract

Justice,  since  the  first  issue,  has  been  the  subject  of  study  both  among  philosophers  and  among theologians, politicians and thinkers or legal experts. However, if there are questions about justice, could not be determined what measures are used to determine something is fair or not. Various answers about justice usually never or rarely satisfying so that continues to be debated, so it can be concluded that the various formulations of justice is a relative statement. This issue ultimately encourages many people to take a shortcut by submitting formulation of justice to the legislators and judges who will formulate itbased on their own considerations.

 

Abstrak

Masalah keadilan sejak dahulu telah menjadi bahan kajian baik dikalangan ahli filsafat maupun dikalanganagamawan, politikus maupun para pemikir atau ahli hukum. Pertanyaan tetang keadilan, tidak bisaditentukan ukuran yang digunakan untuk menentukan sesuatu itu adil atau tidak. Berbagai jawaban tentangkeadilan biasanya tidak pernah atau jarang yang memuaskan sehingga terus menjadi perdebatan, dengandemikian rumusan mengenai keadilan merupakan rumusan yang relatif. Persoalan ini pada akhirnyamendorong banyak kalangan untuk mengambil jalan pintas dengan menyerahkan perumusan keadilankepada pembentuk undang-undang dan hakim yang akan merumuskannya berdasarkan pertimbanganmereka sendiri.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.