ASEAN WAY DALAM PERPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL

Sefriani Sefriani

Abstract

ASEAN tidaklah bebas dari konflik antar anggotanya. Sebut saja beberapa waktu yang lalu konflik antara Sekelompok orang bersenjata yag menamakan dirinya perwakilan kerajaan Sulu dengan Pasukan Polisi Diraja Malaysia; konflik perbatasan di sekitar kuil preh vihear antara  Kamboja dengan Thailand; Konflik kawasan ambalat antara Indonesia-Malaysia dan lain-lain yang berpotensi mengganggu   perdamaian dan keamanan regional. Tidak ada upaya sedikitpun yang dilakukan ASEAN sebagai organisasi yang paling bertanggung jawab terhadap perdamaian keamanan kawasan asia Tenggara. Hal ini diakibatkan oleh ASEAN Way yang merupakan mekanisme penyelesaian snegketa yang dianut oleh ASEAN yang menuntut ASEAN bersikap non intervensi terhadap urusan dalam negeri anggotanya. ASEAN Way juga menuntut pengambilan suara berdasarkan mufakat. Apa yang dianut ASEAN ini terkadang menjadi kontraproduktif terhadap keberadaan ASEAN. Constructive intervention atau yang disebut juga dengan  flexible engagement, atau enhanced interaction merupakan solusi yang ditawarkan untuk mendorong agar keberadaan ASEAN menjadi lebih berarti bagi kawasan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.