MODEL PENANGGULANGAN CARDING

Rofikah Rofikah, Ismunarno Ismunarno, Sabar Slamet

Abstract

Abstract

This study issue was the credit  card crime (carding) in Indonesia conductedin Bank Indonesia and Indonesian National Police Headquarters. Carding is international cyber crime causing society restively particularly the credit card users, due to the computer technology of carding beyond the national boundary. The coordinated, inter-state cooperation and understanding of science and mastery of computer and related products are mandatory to the necessity of facing the cyber crime carding. The primary data obtained by direct interviews with the police (Police Headquarters) and Bank Indonesia meanwhile the secondary data attained from books, magazines, internet and research. This study indicated that the handling of carding preventively conducted by the Police in coordination with Bank Indonesia to supervised / restricted the circulation / issuance of credit cards, issuing red book on carding prevention guideline and actively  informed  the  banking about  carding issues.  Meanwhile,  Bank Indonesia are obliged  to form theregulation draftin credit cards utilization Carding.countermeasuresreperesively performed using mediation between the bank that issued the credit card, the credit card holder and carding actors with Bank Indonesia as the mediator. If mediation did not reach an agreement, the cases would be handed over to the police, treated as a crime in general.

Abstrak

Penelitian ini mengambil permasalahan tentang model penanggulangan tindak pidana kartu kredit (carding) di Indonesia dengan melakukan studi di Bank Indonesia dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kompleksnya perkara cyber crime yang satu diantaranya adalah carding. Carding menimbulkan keresahan kalangan masyarakat luas, utamanya pengguna kartu kredit (nasabah perbankkan). Karena modus operandi yang menggunakan teknologi computer serta pelaku yang tidak mengenal batas negara sehingga perlu dilakukan langkah-langkah yang terencana, terkoordinir, kerjasama antar negara dan pemahaman tentang ilmu dan produk perbankan serta penguasaan teknologi computer dan produk terkait. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan wawancara langsung dengan pihak Kepolisian (Mabes Polri) dan Bank Indonesia. Disamping data primer penelitian ini juga menggunakan data sekunder dari buku, majalah, internetdanhasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan tindak pidana carding secara preventif dilakukan oleh Kepolisian dalam bentuk melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia agar dilakukan pengawasan/pembatasan terhadap peredaran/penerbitan kartu kredit, menerbitkan buku merah tentang panduan pencegahan dan penggulangan carding dan menginformasikan kepada kalangan perbankkan tentang modus operandi cardingyang baru marak terjadi, sehingga kalangan perbankan bisa berhati-hati/waspada. Sedangkan yang dilakukan Bank Indonesia dalam bentuk pembuatan regulasi yang mengatur penggunaan kartu kredit sebagai pencegahan terjadinya Carding.Penanggulangan secara reperesif dilakukan menggunakan dua cara yakni secara mediasi antara pihak bank yang mengeluarkan kartu kredit, pemegang kartu kredit dan pelaku carding dengan mediator Bank Indonesia. Apabila mediasi tidak tercapai baru diserahkan ke pihak polisi untuk ditangani seperti kejahatan pada umumnya.

 

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.