APAKAH ANAK BISA BERPRAGMATIK?

Prihantoro Prihantoro

Abstract


Topik kajian pragmatik sangat beragam, mulai dari strategi kesantunan, aplikasi prinsip kerjasama sampai tindak tutur. Namun kebanyakan dari objek kajian tersebut adalah penutur bahasa yang relatif sudah dewasa dan memiliki kompetensi kebahasaan yang baik. Bagaimana dengan anak-anak? Dengan kompetensi kebahasaan yang masih ‘belum’ sempurna, apakah mereka mampu berpragmatik? Data dari penelitian ini berasal dari seorang anak berumur 4 tahun, dengan kode AP. Dari analisis percakapan dengan kerangka strategi kesantunan, tindak tutur dan prinsip kerjasama, dapat diketahui bahwa meski kompetensi kebahasaannya belum sempurna, namun AP mampu melakukan beberapa fungsi pragmatik, meskipun ada yang gagal. Anggapan bahwa AP ‘nakal’, atau ‘tidak santun’ salah satunya berasal dari kegagalannya memahami fungsi pragmatik ini. Hasil penelitian ini bisa menjadi rujukan untuk meneliti pragmatik yang sifatnya produktif, namun juga reseptif.

 

Kata Kunci: Bahasa Anak, pragmatik reseptif dan produktif, tindak tutur, logika.

 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.484

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.484.g448

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prosiding Prasasti diterbitkan oleh Program Studi S3 Linguistik PPs UNS

Prosiding Prasasti terindeks:


TOCS Journal UK
crossref
Flag Counter Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.