DEIKSIS PERSONA DALAM BAHASA MELAYU KUTAI TENGGARONG

Nurul Masfufah

Abstract


Kajian mengenai pragmatik bahasa Melayu Kutai Tenggarong di Kalimantan Timur belum banyak dilakukan. Padahal, kajian pragmatik, termasuk kajian deiksis bahasa Melayu Kutai Tenggarong ini sangat penting dikaji untuk mendukung tercapainya tujuan berkomunikasi antarpenutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pemakaian deiksis persona dalam bahasa Melayu Kutai Tenggarong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan data kebahasaan yang ada dalam komunikasi sehari-hari. Bentuk deiksis persona yang ditemukan dalam bahasa Melayu Kutai Tenggarong, antara lain deiksis persona pertama (aku, saya, nyawa, patik, kami, dan etam), persona kedua (awak, kita, dan endika), dan persona ketiga (nya, nyawanya, dan  sida). Keunikan deiksis dalam bahasa Melayu Kutai Tenggarong adalah ada deiksis yang bentuknya sama, tetapi acuannya berbeda, seperti deiksis persona kita dan sida yang acuannya bisa tunggal dan jamak. Hal ini perlu dipahami oleh penutur agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses berkomunikasi.

 

Kata kunci:  deiksis persona, pragmatik, bahasa Melayu Kutai Tenggarong


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.480

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.480.g444

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prosiding Prasasti diterbitkan oleh Program Studi S3 Linguistik PPs UNS

Prosiding Prasasti terindeks:


TOCS Journal UK
crossref
Flag Counter Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.