Strategi Bertutur Santun dan Sikap Memandang Rendah dalam Film 99 Cahaya di Langit Eropa (Sebuah Kajian Pragmatik)

Danang Try Purnomo

Abstract


Bertutur santun merupakan cara untuk merealisasikanhubungan interpersonal yang lebih baik dalam prinsip kesantunan pragmatik. Tujuan sosial tersebut akan tercapai manakala antarpartisipan saling menerapkan prinsip toleransi atas perbedaan konteks budaya, situasi, dan latar belakang penutur. Akan tetapi, tuturan pertanyaan tidak langsungyang berimplikasi 'memerintah' dalam wacana percakapan film 99 cahaya di Langit Eropa memperlihatkan hal yang sebaliknya. Tuturan santun yang diujarkan penutur berimplikasi merendahkan dan kurang menguntungkan lawan tuturnya. Hierarki kekuasaan berperan dalam mengendalikan peristiwa tutur sehingga memunculkan skala keuntungan dan kerugian di antara para partisipan.Hal ini menunjukkan bahwa bahasa yang terpilih telah melakukan peranannya sesuai dengan fungsi dan tujuan sosialnya.

 

Kata kunci: tuturan santun, pertanyaan taklangsung, sikap memandang rendah


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.444

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.444.g410

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prosiding Prasasti diterbitkan oleh Program Studi S3 Linguistik PPs UNS

Prosiding Prasasti terindeks:


TOCS Journal UK
crossref
Flag Counter Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.