PENGGUNAAN KATA MAAF DAN TERIMAKASIH: KESANTUNAN BERBAHASA BAHASA BATAK TOBA

Iko Agustina Boangmanalu, Giovani Lumbangaol

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan kata maaf dan terimakasih yang merupakan prinsip kesantunan khususnya maksim penerimaan dalam bahasa Batak Toba.  Berdasarkan hasil analisis data,varian kata maaf dalam bahasa Batak Toba ada tiga, yaitu santabi, marpanganju, dan marpamuati. Santabi digunakan sebelum melakukan kesalahan, marpanganju dituturkan oleh seorang yang lebih tua kepada yang lebih muda sedangkan marpamuati dituturkan oleh seorang yang lebih muda kepada yang lebih tua setelah melakukan kesalahan. Kata terimakasih yaitu mauliate mengandung nilai kesantunan sebagai sikap hormat terutama kepada petutur yang kedudukan dalam tataran adat lebih tinggi daripada penutur.

Kata kunci: Kesantunan berbahasa, santabi, marpangajju, marpamuati, dan mauliate.


Full Text:

PDF

References


Kushartanti, B. 2009. Strategi Kesantunan Bahasa pada Anak-anak Usia Prasekolah: Mengungkapkan Keinginan. Linguistik Indonesia, Tahun ke 27, No. 2, Agustus 2009 hal 258.

Khalma, Edi. 2012. Bentuk Nuri-nuri pada Upacara Adat Kematian Suku Karo (Kajian Pragmatik). Jurnal.unimed.ac.id.

Leech, G. 1983. Principles of Pragmatics. London and New York: Longman.

Suwarno, dkk. 2013. Strategi Bertutur dalam Budaya ‘Jawa’ dan ‘Batak’. Dipublikasikan oleh eprints.uny.ac.id

Wardhaugh, G. 1987. Introduction to Sociolinuistics. Oxford: Basil Blackwell.




DOI: http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.188

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.20961/pras.v0i0.188.g170

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prosiding Prasasti diterbitkan oleh Program Studi S3 Linguistik PPs UNS

Prosiding Prasasti terindeks:


TOCS Journal UK
crossref
Flag Counter Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.