DONGENG “THE WITCHES’ HOUSE” DAN TERJEMAHANNYA “RUMAH PARA PENYIHIR”: SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS

Ni Luh Putu Setiarini

Abstract


Pendekatan multimodalitas digunakan untuk menganalisis sebuah wacana secara
kritis bukan hanya aspek linguistik tetapi juga paralinguistik. Tulisan ini mengidentifikasi aspek-aspek linguistik dan aspek paralinguistik dalam dongeng The Witches‟s House dan terjemahannya Rumah Para Penyihir. Aspek linguistik meliputi kosakata, tata bahasa dan struktur teks. Sedangkan aspek paralinguistik mencakup bentuk huruf, ukuran huruf, warna ilustrasi gambar, bentuk tubuh partisipan, dan benda-benda yang ada pada ilustrasi gambar. Peran aspek paralinguistik menguatkan karakter dan alur cerita dalam cerita dongeng ini serta menambah kedalaman ulasan linguistis.

Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, modalitas, dan dongeng

 


Full Text:

PDF

References


Fairclough, Norman. 1989. Language and Power. New York: Addison Wesley Longman.

Fairclough, Norman. 1995. Critical Discourse Anlysis. New York: Longman Group Ltd.

Halliday, M.A.K. dan Hasan, R. 1976. Cohesion in English. United State of America: Longman Inc New York.

Hernandez, M.J. 2006. Kumpulan Dongeng Fantasi. Jakarta: P.T. Buana Ilmu Populer.

Stӧckl, Hartmut. 2004. In Between Modes: Language and Image in Printed Media. In Perspective in Multimodality. edited by Eija Ventola, Cassily Charles, and Martin K, 9-30. Amsterdam: John Benjamins.




DOI: http://dx.doi.org/10.20961/prasasti.v4i1.1354

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prasasti: Journal of Linguistics published by Doctoral Program of Postgraduate of Universitas Sebelas Maret, Solo Indonesia.

  Flag Counter

Number of Visitors:

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.