PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL POE (PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION) MELALUI LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUIL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK

Sawitri Epi Wahyuni, SUCIATI SUDARISMAN, Puguh Karyanto

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model POE melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil ditinjau dari aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Plupuh Sragen. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan laboratorium riil terdiri dari 32 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan laboratorium virtuil terdiri dari 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data hasil belajar kognitif, psikomotor dan kemampuan berpikir abstrak, angket untuk data aktivitas dan hasil belajar afektif, lembar observasi untuk data psikomotor dan afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 17. Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) hasil belajar pembelajaran POE melalui laboratorium riil lebih tinggi daripada laboratorium virtuil, baik aspek kognitif, psikomotor, maupun afektif; (2) siswa dengan aktivitas belajar tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah; (3) siswa dengan kemampuan berpikir abstrak tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengan kemampuan berpikir abstrak rendah; (4) terdapat interaksi antara pembelajaran model POE melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar; (5) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model POE melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar; (6) terdapat interaksi antara aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar; (7) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model POE melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil, aktivitas belajar, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar.

Keywords

Model POE; Laboratorium Riil; Laboratorium Virtuil; Aktivitas Belajar; Kemampuan Berpikir Abstrak

Full Text:

PDF

References

Baharudin, Esa Bur Wahyuni. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-ruzz Media Group.

Dahar, Ratna Wilis. (1989). Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Monks, Knoers & Haditono, Siti Rahayu. (2002). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: UGM Press.

Rahyubi, Heri. (2012). Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Majalengka. Referens

Sagala, Syaiful. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfa Beta.

Sardiman. A.M. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Slavin, Robert E. (2008). Psikologi Pendidikan, Teori dan Praktek. Bandung: Indeks.

Suparno, Paul. (2005). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.

Suparno, Paul. (2007). Pembelajaran Konstruktivis Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Darma.

Wartono dkk. (2004). Materi Pelatihan Terintegrasi Sains. Jakarta: Depdiknas.

Wenno I. H. (2008). Strategi Belajar Mengajar Sains Berbasis

Kontekstual. Yogyakarta: Inti Media.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.