PENINGKATAN KREATIFITAS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA MELALUI OUTDOOR LEARNING ACTIVITY

Yuni Wibowo, Asri Widowati, Kurnia Rusmawati

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan kognitif siswa SMP N 2 Bambanglipuro Bantul melalui outdoor learning activity. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan mengikuti model dari Kemmis and Taggart meliputi tahap-tahap: perencanaan, pelaksanaan/tindakan dan observasi, serta refleksi yang berlangsung dalam 2 siklus pada materi fotosintesis yaitu uji ingenghouz dan uji sachz. Subjek dalam penelitian ini yaitu 30 siswa kelas VII E. Instrumen dalam penelitian terdiri dari instrumen pelaksanaan penelitian yaitu RPP, LKS, serta media pembelajaran melalui outdoor learning activity dengan model PBL dan instrumen pengambilan data berupa lembar observasi kegiatan pembelajaran, lembar observasi kemampuan kreativitas dan soal tes kemampuan kognitif siswa. Data kualitas proses pembelajaran dan kemampuan kreativitas siswa dianalisis secara deskriptif. Sementara itu, data kemampuan kognitif siswa dianalisis dengan menggunakan gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas siswa dari kreativitas kurang sebanyak 42,38%, sedang 45,71% dan baik 11,91% pada siklus 1 menjadi kemampuan kreativitas kurang 27,14%, sedang 43,33% dan baik 29,53% pada siklus 2. Kemampuan kognitif juga terdapat peningkatan dari 54,67 pada pra siklus menjadi 80,67 pada siklus 1 dan 96,67 pada siklus 2 dengan gain score pada kriteria sedang.

Keywords

kreativitas siswa; kemampuan kognitif siswa; outdoor learning activity

Full Text:

PDF

References

Anderson, L.W& Krathwohl, D.R., (2001). A Taxonomy for Learning Teaching and Assesing. A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Addison Wesley Longman, Inc.

Arikunto, S. (2001). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Cameron, D. (2007). Taking learning outdoors partnerships for excellence. Learning and Teaching Scotland.

Carin, Arthur A., & Robert B. Sund. (1975). Teaching science through discovery. Columbus: Charless E. Merrill Publishing Company, Abell & Howell Company.

Depdiknas. (2004). Standar Kompetensi Guru SMA. Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), Jakarta: Depdiknas, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Dierking, L. D. and Falk, J. H. (1997) School field trips: assessing their long-term impact. Curator, 40(3), 211-218.

Eaton, D. (2000) Cognitive and affective learning in outdoor education. Dissertation Abstracts International - Section A: Humanities and Social Sciences[versi tronik], 60, 10-A, 3595.

Martin, et.al. (2005). Teaching science for all children: inquiry methods for constructing understanding- 3rd edition. Pearson education. Inc.

Mary, et.al. (2002). Linking universities and k-12 through design of outdoor learning environment. Papers from the 13 International Conference on College Teaching and Learning, (pp. 65-74). Diakses pada tanggal 22 Januari 2009dari

www.glenninstitute.org.pdf.

Meltzer, David E. (2002). “The Relationship Beetwen

Mathemathic Preparation and Conceptual Learning Gain in Physics: A Possible “Hidden Variable” in Diagnostic Pretest Scores.” American Journal of Physics 70 (12). Hlm 1259-1267.

Oemar Hamalik. (2003). Pendekatan baru strategi belajar mengajar berdasarkan CBSA. Bandung: Sinar Baru Algesindo Bandung.

Rohani, A. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Shellnut, Bonnie J.1996. John Keller A Motivating Influence in the Field of Instructional Systems Design (online), (http://www.arcsmodel.com/pdf/Biographical%20Information.pdf, diakses tanggal 6 September 2008).

WS Winkel. (1987). Psikologi Pengajaran., Jakarta: PT

Gramedia.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.