Identifikasi Kualitas Air Terdampak Aktivitas Masyarakat Sebagai Indikator Pembangunan Berkelanjutan Di Sungai Aliran Desa Pondok, Karanganom, Klaten
Abstract
Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi parameter fisika-kimia perairan sungai yang terdampak pencemaran di Sungai Desa Pondok dan mengetahui status mutu air di Sungai Desa Pondok. Lokasi penelitian berada di Sungai Aliran Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Kualitas Air Sungai Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Horiba U-50 Series Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode STORET. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Kekeruhan dan Dissolved Oxygen (DO). Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Desa Pondok menggunakan Metode STORET menunjukkan total skor sebesar -14. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Desa Pondok termasuk golongan air Kelas C atau tercemar sedang. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan, diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
