Pemanfaatan Asap Cair Dari Limbah Kulit Kakao Sebagai Antijamur Pada Benih Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.)

Mashuni Mashuni, Nur Arfa Yanti, M. Jahiding, Kartina Kartina, Fitri Handayani Hamid

Abstract


Peningkatan produksi kakao di Indonesia ditunjang oleh penyedian benih kakao unggul bebas jamur. Material antijamur dapat diperoleh dari asap cair limbah kulit kakao. Kulit kakao mengandung komponen lignoselulosa yang dapat terdekomposisi menghasilkan senyawa bioaktif antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas asap cair dari hasil pirolisis kulit kakao sebagai antijamur pada benih tanaman kakao. Asap cair dihasilkan dari reaktor pirolisis pada temperatur 500 °C. Konsentrasi asap cair yang digunakan dalam uji antijamur adalah 20% (v/v). Uji efektivitas asap cair sebagai antijamur pada benih tanaman kakao menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan pengamatan setiap 5 hari selama 15 hari. Hasil Penelitian menunjukkan pada hari ke-5 belum ditemukan adanya jamur. Asap cair dan fungisida sintetik (kontrol positif) memperlihat efektivitas antijamur signifikan sama masing-masing 8,3 × 102dan 9,0 × 102 CFU/g pada hari ke-10 serta 6,2 × 104 dan 6,5 × 104  CFU/g pada hari ke-15. Benih kakao hasil perlakuan asap cair mengikuti standar mutu benih kakao yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian tahun 2013 dan Standar Nasional Indonesia 7388:2009. Asap cair dari limbah kulit kakao berpotensi sebagai antijamur alami yang ramah lingkungan.

Full Text:

PDF
rticle

References


A. A. Prawoto, W. Soerodikoesoemo, S. Sastriowinoto dan H. Hartiko, “Kajian Okulasi pada Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) V. Pengaruh Batang Bawah Terhadap Daya Hasil Batang Atas,” Pelita Perkebunan, vol. 6, no. 1, pp. 13–20, 1990.

C. J. Atkinson, M. A. Else, L. Taylor dan C. J. Dover, “Root and Stem Hydraul In Conductivity as Determinants of Growth Potential in Grafted Trees of Apple (Malus Pumila Mill.),” Journal of Experimental Botany, vol. 54, no. 385, pp. 1221–1229, April, 2003.

Asrul, “Uji Daya Hambat Jamur Antagonis Trichoderma Spp dalam Formulasi Kering Berbentuk Tablet Terhadap Luas Bercak Phytophthora Palmivora pada Buah Kakao,” Jurnal Agrisains, vol. 10, no. 1, pp. 21-27, April, 2009.

A. S. Muliyatni, A. Budiani dan D. Taniwiryono, “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) Terhadap Escherichia Coli, Bacillus Subtilis, dan Staphylococcus Aureus,” Jurnal Menara Perkebunan, vol. 80, no. 2, pp. 77-84, 2012.

S. N. Wulan, “Kemungkinan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao, L) sebagai Sumber Zat Pewarna (Β-Karoten),” Jurnal Teknologi Pertanian, vol. 2, no. 2, pp. 22-29, 2001.

M. Matsumoto, M. Tsuji, J. Okuda, H. Sasaki, K. Nakano, K. Osawa, S. Shimura dan T. Ooshima, Inhibitory effects of cacao bean husk extract on plaque formation in vitro and in vivo, Eur J Oral Sci, vol. 112, no. 3, pp. 249-52, 2004.

Mashuni, M. Jahiding, I. Kurniasih, Zulkaidah, Characterization of Preservative and Pesticide as Potential of Bio Oil Compound From Pyrolisis of Cocoa Shell Using Gas Chromatography, International Conference on Chemistry, Chemical Process and Engineering (IC3PE), vol. 020008, pp. 1-8, 2017.

Rachmawaty, A. Hasri, P. Halifah, Hartati, M. Zulkifli, “Active Compounds Extraction of Cocoa Pod Husk (Thebroma Cacao l.) and Potential as Fungicides,” IOP Conf. Series: Journal of Physics: Conf. Series, vol. 1028, no. 012013), pp. 1-8, 2018.

T. M. Fisher, Hajaligol, B. Waymack dan D. Kellogg, “Pyrolysis behaviour and kinetics of biomass derived materials,” Journal of Analytical and Applied Pyrolysis, vol. 62, pp. 331-349, 2002.

A. M. Cunliffe dan P. T. Williams, “Composition of Oils Derived From the Batch Pyrolysis of Tires,” Journal of Analytical and Applied Pyrolysis, vol. 44, no. 3, pp. 131-152, 1998.

A. C. Boateng, Mullen, Goldberg dan Hicks, “Production of Bio-Oil From Alfalfa Stems by Fluidized-Bed Fast Pyrolysi,” Ind. Eng. Chem. Res, vol. 47, pp. 4115-4122, 2008.

J. P. Girrard, Technology of Meat and Meat Products, New York, Ellis Horwood, 1992, pp. 165-201.

P. Darmadji, 2002, Optimasi Pemurnian Asap Cair dengan Metode Redistilasi, Teknologi dan Industri Pangan, vol. 12, no. 3, pp. 267-271, 2002.

Mashuni, N. A. Yanti, M Jahiding dan M. Edihar,“Validation of UV-Vis Spectrophotometric Method for Determination of Bio oil Total Phenolic Content from Pyrolisis of Cashew Nut Shell,” Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences, vol. 8, no. 3, pp. 1745-1752, 2017.

PT. Hasfarm Niaga Nusantara, “Kebun Benih Kakao F1,” Lambandia, Sulawesi Tenggara, 2016.

B. W. Lay, “Analisis Mikroba di Laboratorium,” Jakarta, Rajawali Pers, 1994.

Joetono, S. Soedarsono, S. Hartadi, S. Kabirun, S. Darmosuwito, dan Soesanto, “Pedoman Praktikum Mikrobiologi untuk Perguruan Tinggi,” Departemen Pertanian, Fakultas Pertanian, UGM, Yogyakarta, 1975.

A. Apriyantono, D. Fardiaz dan N. L. Puspitasari, “Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan,” Bogor, IPB Press, 1989.

ISTA InternasionaI Seed Testing Association, International Rules for Seed Testing 2017, The International Seed Testing Association, Switzerland (CH), ISTA, 2017.

W. Amaria, T. Iflah, R. Harni, “Dampak Kerusakan Benih oleh Jamur Kontaminan pada Biji Kakao serta Teknologi Pengendaliannya,” Sukabumi, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, 2014.

E. Adelina dan Maemunah, “Pemotongan dan Pemberian Sitokinin pada Akar Kecambah Kakao,” Jurnal Agroland, vol. 11, no. 3, pp. 255-260, 2004.

Peraturan Menteri Pertanian NOMOR 90/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Standar Operasional Prosedur Penetapan Kebun Sumber Benih, Sertifikasi Benih, dan Evaluasi Kebun Sumber Benih Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.).

Standar Nasional Indonesia 7388:2009, “Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan,” Bogor, Badan Standarisasi Nasional, 2009.

Karseno, P. Darmadji dan K. Rahayu, “Daya Hambat Asap Cair Kayu Karet Terhadap Bakteri Pengkontaminan Lateks dan Ribbed Smoke Sheet,” Agritech, vol. 21, no. 1, pp. 10-15, 2002.

J. B. Harbone, “Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan 2nd Edition,” Bandung, ITB, 1978.

L. Tarigan, F.E. Sitepu dan R.R. Lahay, “Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Organik Cair,” Jurnal Online Agroekoteknologi, vol. 2, no. 4, pp. 1614-1626, 2014.

Syaiful SA,Ishak MA, Jusriana, “Viabilitas benih kakao (Theobroma cacao L.) pada berbagai tingkat kadar air benih dan media simpan benih,” Jurnal Agivigor, vol. 6, no. 3, pp. 243-251, 2007.

Halimursyadah, “Studi Penanganan Benih Rekalsitran (Avicennia marina (Forsk.) Vierh. : Desikasi, Penyimpanan dan Viabilitas,” Thesis, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2007.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.