Pengaruh AFR Terhadap Karakteristik Gas Produser Hasil Gasifikasi Batok Kelapa

Yuono Yuono, Dyah Setyo Pertiwi, Ammar Zaky Farouk, Iddo Nur Adlan

Abstract


Kebutuhan energi dunia semakin lama semakin besar dan masih bergantung kepada sumber energi yang tak terbarukan. Saat ini diperlukan sumber energi terbarukan sebagai alternatif, diantaranya adalah biomassa. Ketersediaan serta kandungan energi biomassa menjadikannya potensial sebagai sumber energi. Gasifikasi biomassa adalah salah satu contoh konversi energi terbarukan yang mengkonversi biomassa menjadi gas produser. Salah satu parameter yang menentukan karakteristik gas produser adalah AFR (Air to Fuel Ratio). Gasifikasi updraft pada penelitian ini dilakukan terhadap batok kelapa dengan AFR 15%; 20%; 25%; 30%; dan 110% AFR teoritis. Batok kelapa diumpankan secara intermittent sesuai dengan variasi penelitian.  Data suhu setiap zona di dalam gasifier dicatat dan komposisi gas produser dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses gasifikasi dapat menghasilkan gas yang mampu bakar, di mana peningkatan AFR menyebabkan penurunan kandungan gas yang mampu bakar. Semakin rendah AFR yang diberikan, semakin tinggi nilai energi yang terkandung dalam gas produser. Pada penelitian ini diperoleh LHV 5,53 MJ/m3 pada AFR 15%. Rasio H2/CO tertinggi diperoleh pada AFR 25% yaitu sebesar 1,10.


Full Text:

PDF
rticle

References


Munawar, SS., Subiyanto, B. “Characterization of Biomass Pellet made from Solid Waste Oil Palm Industry”. Procedia Environmental Sciences. 20:336-341. 2014

Basu, P. “Biomass Gasification and Pyrolisis”.USA: Elsevier Inc, 2010

BPS. (2018). Data Sebaran Batok Kelapa. Dipetik Mei 8, 2017 (www.bps.go.id/Brs/view/id/1157)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.