Sinergitas Stakeholders Dalam Pembinaan Anak Berhadapan Hukum Sebagai Pelaku di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Klatan

Faristya Alfino Yudhistira

Abstract


Sinergitas stakeholders dalam pembinaan anak berhadapan hukum sebagai pelaku merupakan kunci sukses atau tidaknya pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Klas IIB Klaten. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Sinergitas stakeholders dalam pembinaan anak berhadapan hukum sebagai pelaku di Lapas Klas IIB Klaten dan juga untuk memaparkan bagaimana dampak penjara bagi anak-anak.

Dalam penelitian ini menggunakan Teori Sistem. Teori tersebut kemudian dipakai dalam penelitian ini yang menaruh perhatian pada organisasi yang mempunyai tujuan sebagai suatu sistem yang komplek yang terdiri dari elemen-elemen yang saling terjadi hubungan dan proses yang terjadi dalam hubungan tersebut. Hubungan antar elemen dalam organisasi maupun organisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Penelitian ini dilakukan di Lapas Klas IIB Klaten dengan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari petuga Lapas Klaten, anak yang masih di dalam Lapas Klaten, LSM Sahabat Kapas, anak yang sudah keluar dari Lapas Klaten dan orang tua dari anak yang sudah keluar dari Lapas Klaten. Serta informan pendukung guna menguatkan data penelitan. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data memakai triangulasi sumber.Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah studi lapangan dengan cara wawancara dan kepustakaan dengan mempelajari dokumen, buku, perundangan, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

            Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah, sinergitas stakeholders yang dilihat dari adanya pembagian tugas, komunikasi dan koordinasi. Setiap stakeholders mempunyai tugasnya masing-masing namun tetap saling berhubungan satu sama lain dengan begitu keberhasilan pembinaan dapat tercapai. Suksesnya pembinaan tidak bisa diketahui dalam waktu yang singkat. Dikatakan sukses apabila anak tidak mengulangi perbuatannya lagi. Meski stakeholders telah melakukan berbagai upaya dalam pembinaan, terdapat unsur lain yang mempengaruhi keberhasilan pembinaan di Lapas Klas IIB Klaten yaitu tidak semua anak mau mengikuti pembinaan yang diprogramkan, kondisi emosional anak, keterbatasan sarana, prasarana, dan kurangnya tenaga pengajar pembinaan. Adanya hambatan tersebut, tidak menghalangi upaya stakeholders dalam bersinergi untuk melakukan pembinaan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


p-ISSN  0215-9635