Potensi dan Tantangan Desa Wisata Benteng dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Perspektif Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Abstract
Penelitian ini mengkaji pengembangan Desa Wisata Benteng dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggambarkan potensi dan tantangan dari perspektif sosial dan ekonomi. Penelitian dilaksanakan di Desa Wisata Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Februari 2025 melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Desa Wisata Benteng berhasil memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, serta memperkuat nilai budaya dan solidaritas komunitas melalui kerja sama antarkelompok. Secara ekonomi, pengelolaan oleh BUMDes “Sakinah” dengan konsep edu-agrotourism. Namun, rendahnya partisipasi generasi muda dan keterbatasan kapasitas digital pengelola menjadi hambatan utama yang perlu diatasi. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia, terutama kalangan muda, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah desa, lembaga pengelola, institusi pendidikan, dan mitra swasta untuk membangun sistem sosial-ekonomi yang adaptif dan profesional guna mendukung keberlanjutan Desa Wisata Benteng.
References
Almizan, A. (2020). Dampak Pengembangan Pariwisata terhadap Sosial Ekonomi. Jurnal Az-Zahra: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam. Andrisman Satria. (2023). Analisis Keberlanjutan Lingkungan dalam Pengembangan Sektor Pariwisata. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik. Inskeep, E. (1991). Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach. Van Nostrand Reinhold. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). (2022). Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Retrieved from https://kemenparekraf.go.id Mariani, M. M. (2020). Web 2.0 and destination marketing: Current trends and future directions. Journal of Destination Marketing & Management, 18, 100470. Masyarakat Pariwisata. (2024). "Evaluation of the Impact of Tourism on Environmental Sustainability at Situ Bagendit." Journal of Community Services in Tourism, 5(2), 179–185. Neuhofer, B., Buhalis, D., & Ladkin, A. (2015). High-tech for high-touch experiences: A case study from the hospitality industry. Electronic Markets, 25, 243-254. Okazaki, E. (2008). A Community-Based Tourism Model: Its Conception and Use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511-529. Pilkington, M. (2016). Blockchain technology: Principles and applications. Research Handbook on Digital Transformations, 225-253. Rohmah, A. N. (2023).Analisis Potensi Pengembangan Pariwisata dalam Meningkatkan Lapangan Pekerjaan. Seraphin, H., Sheeran, P., & Pilato, M. (2019). Overtourism and the fall of Venice as a destination. Journal of Destination Marketing & Management, 11, 78-89. Sharpley, R., & Telfer, D. J. (2014). Tourism and development: Concepts and issues. Channel View Publications. Smith, V. L. (1989). Hosts and Guests: The Anthropology of Tourism. University of Pennsylvania Press. Suansri, P. (2003). Community-Based Tourism Handbook. Responsible Ecological Social Tours Project. Tosun, C. (2000). Limits to Community Participation in the Tourism Development Process in Developing Countries. Tourism Management, 21(6), 613-633. UNWTO. (2017). Tourism and Sustainable Development Goals – Journey to 2030. UNWTO. Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT Pradnya Paramita. Zaini, M., et al. (2024). Pengaruh Pengembangan Pariwisata terhadap Perekonomian Masyarakat. Muslimpreneur, 4(1), 37-49.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

